Jumat, 12 Feb 2021 09:06 WIB

Sudah Pernah Terinfeksi COVID-19, Bagaimana Cara Memastikan Kekebalan Tubuh?

Firdaus Anwar - detikHealth
Tes serologi merupakan pemeriksaan untuk mengetahui antibodi dalam darah. Tes ini diketahui dapat menjadi acuan untuk deteksi awal indikasi infeksi virus Corona Tingkat antibodi penyintas COVID-19 bisa diketahui lewat sampel darah. (Foto ilustrasi: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Tubuh orang yang pernah terinfeksi COVID-19 secara alami akan membentuk imunitas atau kekebalan. Namun, reaksi kekuatan kekebalan ini diketahui bisa berbeda-beda pada tiap orang dan tidak bersifat permanen.

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) merekomendasikan penyintas COVID-19 yang sudah sembuh lebih dari tiga bulan bisa tetap divaksin. Hal ini menyusul kabar sudah banyak kasus penyintas yang mengalami reinfeksi, terutama dari kalangan tenaga kesehatan.

Bagaimana seseorang bisa memastikan kekebalan tubuhnya terhadap virus Corona COVID-19?

Ahli patologi klinik dr Muhammad Irhamsyah, SpPK, MKes, dari Primaya Hospital Bekasi Barat menjelaskan salah satu caranya adalah dengan melakukan pemeriksaan kuantitatif antibodi. Sampel darah akan diambil lalu diukur dengan menggunakan alat pendeteksi antibodi spesifik SARS-COV-2.

"Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada orang-orang yang sudah pernah terinfeksi Covid-19, orang yang sudah mendapatkan vaksinasi, serta dapat digunakan untuk mengukur antibodi pada donor plasma konvalesen yang akan ditransfusikan," kata dr Irhamsyah dalam keterangan pers yang diterima detikcom pada Jumat (12/2/2021),

Menurut studi, biasanya penyintas yang mengalami gejala infeksi COVID-19 berat cenderung akan memiliki tingkat antibodi lebih tinggi dibandingkan penyintas dengan gejala ringan atau sedang.



Simak Video "Pentingnya Asupan Protein di Masa Pandemi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)