Sabtu, 20 Feb 2021 06:54 WIB

Menko PMK Sebut Vaksin Nusantara Tak Pakai APBN: Pak Terawan yang Tahu

Bayu Ardi Isnanto - detikHealth
vaksin nusantara Vaksin Nusantara (Foto: Angling/detikHealth)
Solo -

Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyebut pendanaan vaksin Nusantara bukan dari APBN. Dia pun tidak mengetahui pendanaan vaksin besutan mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto itu.

Seperti diketahui, kini vaksin tengah memasuki tahap uji klinis. Hal tersebut disampaikan Muhadjir saat berkunjung ke RS Universitas Sebelas Maret (UNS) di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo.

"Itu Pak Terawan yang tahu. Yang jelas bukan dari APBN," kata Muhadjir, Jumat (19/2/2021).

Menurutnya, pengembangan vaksin sudah dimulai sejak Terawan menjabat Menkes. Muhadjir pun selalu mendapatkan laporan dari Terawan.

"Saya sudah mendapat laporan Pak Terawan waktu jadi Menkes. Secara sekilas prospeknya bagus. Walaupun saya bukan ahli di bidang pervaksinan," ujar dia.

Dia berharap uji klinis tahap kedua mendapat persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jika lolos uji klinis ketiga, maka vaksin Nusantara bisa menjadi alternatif untuk proses vaksinasi di Indonesia.

"Ya kan nanti uji klinis harus tahap ketiga kan. Kita doakan mudah-mudahan berhasil, dan ini suatu langkah yang bagus untuk memperbanyak alternatif-alternatif dari vaksin yang akan digunakan di Indonesia," ungkapnya.

Untuk sementara, pemerintah masih menggunakan vaksin COVID-19 Sinovac untuk vaksinasi tahap kedua. Namun ke depan, pemerintah membuka peluang agar lebih banyak vaksin yang bisa masuk ke Indonesia.

"Tahap dua masih Sinovac, kita kan mengejar waktu, pokoknya Sinovac akan terus kita gunakan sambil menunggu nanti ada vaksin Merah Putih, kemudian ada kontrak-kontrak vaksin lain, mungkin nanti AstraZeneca kemudian ada Pfizer sudah diendorse oleh Pak Menkes," ujarnya.

"Semua vaksin yang sudah mendapatkan izin edar emergency dari BPOM ya pasti kita digunakan. Kan ada namanya emergency use authorization dari BPOM," pungkasnya.

Untuk diketahui Vaksin Nusantara sudah menyelesaikan uji klinis tahap I dengan jumlah relawan yang disuntik 27 orang. Uji klinis pertama tersebut untuk memastikan keamanan dan hasilnya menurut tim peneliti sudah bagus.

Badan penelitian dan pengembangan kesehatan (Litbangkes) membenarkan bahwa riset vaksin Nusantara dibiayai kementerian Kesehatan. Selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Vaksin COVID-19 Karya RI Pakai Sel Dendritik, Ini Cara Kerjanya"
[Gambas:Video 20detik]