Kamis, 25 Feb 2021 11:01 WIB

Peneliti Temukan Mutasi Corona 'Hybrid', Tanda Fase Baru COVID-19?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jika Mutasi Virus Corona Makin Ganas, Vaksin Covid-19 Perlu Direvisi Dua varian COVID-19 bergabung menjadi virus Corona yang bermutasi. Foto: DW (News)
Topik Hangat Mutasi 'Hybrid' Corona
Jakarta -

Dua varian COVID-19 dilaporkan telah bergabung menjadi versi virus Corona yang bermutasi, memicu peringatan bahwa pandemi mungkin memasuki fase baru. Peristiwa rekombinasi ini ditemukan dalam sampel virus Corona di California.

Dikutip dari NewScientist, mutasi virus 'hybrid' ini adalah hasil rekombinasi dari varian B117 asal Inggris dan varian B1429 dari California. Belum diketahui seberapa besar ancaman yang dapat ditimbulkan oleh rekombinasi tersebut, tetapi jika dikonfirmasi, itu akan menjadi yang pertama terdeteksi dalam pandemi.

Tidak seperti mutasi biasa, rekombinasi dapat menyatukan banyak mutasi sekaligus. Rekombinasi dapat menyebabkan munculnya varian baru dan bahkan lebih berbahaya, meski belum jelas seberapa besar ancaman yang mungkin ditimbulkan oleh peristiwa rekombinasi pertama ini.

Rekombinasi ini ditemukan di Laboratorium Nasional Los Alamos California. Bette Korber, ahli biologi komputasi di laboratorium yang membuat penemuan itu, mengatakan ada bukti yang "cukup jelas" dari hibrida tersebut dalam basisdata genom virus yang dihimpunnya.

"Peristiwa semacam ini dapat memungkinkan virus untuk menggabungkan virus yang lebih menular dengan virus yang lebih kebal," kata Korber.

Korber baru melihat satu genom rekombinan itu di antara ribuan sekuensing yang dia lakukan. Belum diketahui pula apakah virus itu ditularkan dari satu orang ke orang lain atau hanya di satu orang.



Simak Video "Update Terkini soal Mutasi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)
Topik Hangat Mutasi 'Hybrid' Corona