Minggu, 28 Feb 2021 14:56 WIB

Terpopuler Sepekan

India dan AS Diprediksi Dekati Herd Immunity, Pandemi COVID-19 Mulai Reda?

Firdaus Anwar - detikHealth
Health workers participate in a COVID-19 vaccine delivery system trial in Hyderabad, India, Saturday, Jan. 2, 2021. India tested its COVID-19 vaccine delivery system with a nationwide trial on Saturday as it prepares to roll-out an inoculation program to stem the coronavirus pandemic. Saturdays exercise included necessary data entry into an online platform for monitoring vaccine delivery, along with testing of cold storage and transportation arrangements for the vaccine, the health ministry had said.(AP Photo/Mahesh Kumar A.) (Foto: AP Photo/Mahesh Kumar A.)
Topik Hangat Kapan Corona Hilang?
Jakarta -

Tes antibodi yang dilakukan pemerintah India menemukan setidaknya lebih dari 60 persen penduduk di kota New Delhi dan sekitar 50 persen penduduk di kabupaten lain sudah memiliki antibodi terhadap COVID-19. Pemerintah mengklaim kemungkinan penduduk di New Delhi bisa segera mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity yang dapat menekan laju kasus COVID-19.

Sebagian ahli berpendapat New Delhi bisa cepat memiliki kekebalan kelompok karena tingkat infeksi yang tinggi. Artinya penduduk secara alami mengembangkan kekebalan setelah terinfeksi COVID-19 akibat tidak mampu mematuhi upaya pembatasan sosial.

Program vaksinasi COVID-19 yang sekarang berlangsung diyakini akan membantu mendorong tingkat antibodi di kota hingga mencapai sekitar 70 persen.

"Ini menunjukkan bahwa banyak infeksi tanpa gejala terjadi selama pandemi yang tidak dilaporkan pada waktu itu. Ini adalah cara alami untuk memperoleh kekebalan kelompok karena sekitar 50 persen warga telah memiliki antibodi untuk melawan virus," kata Neeraj Nischal, MD, profesor di All India Institute of Medical Sciences di New Delhi.

Sementara itu, Profesor Marty Makary dari Johns Hopkins University, dalam sebuah tulisan di Wall Street Journal, memprediksi Amerika Serikat juga akan mencapai herd immunity pada April tahun ini. Prediksi ini didasarkan pada sejumlah perhitungan, termasuk penurunan kasus sebesar 77 persen dalam enam pekan ke belakang.

Prof Marty menduga bahwa penurunan kasus terjadi karena kekebalan alami yang terbentuk dari kasus-kasus infeksi.

"Imunitas alami dari infeksi sebelumnya jauh lebih umum daripada yang terukur lewat testing," katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan epidemiologi terbaru per tanggal 23 Februari mengumumkan bahwa kasus baru COVID-19 di dunia telah mengalami penurunan selama enam minggu berturut-turut. Dalam sepekan terakhir dilaporkan ada 2,3 kasus COVID-19, berkurang sekitar 11 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Demikian juga dengan jumlah kematian yang tercatat. Dalam sepekan, sekurangnya ada penurunan sebanyak 20 persen di seluruh dunia.



Simak Video "AS Siapkan AstraZeneca dan Bantuan Pemberantas Corona ke India"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)
Topik Hangat Kapan Corona Hilang?