Selasa, 09 Mar 2021 08:15 WIB

Gegara COVID-19, Pria Ini Mengalami Ereksi Selama 3 Jam

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Ilustrasi COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Seorang pria berusia 69 tahun mengalami ereksi selama tiga jam akibat virus Corona. Menurut dokter, pria tersebut mengalami priapisme (ereksi jangka panjang) karena adanya penggumpalan darah di penisnya.

Kasus ini berawal saat pria yang tidak diketahui namanya itu terkena COVID-19. Kondisinya semakin parah karena disebabkan obesitas yang dialaminya dan harus dirawat di Rumah Sakit Miami Valley, di Ohio.

Kondisinya terus memburuk, ia mengalami sesak napas yang parah, pembengkakan, dan penumpukan cairan di paru-parunya. Meski sudah dibantu dengan ventilator, tetap tidak membuat kondisinya membaik.

Selama 10 hari dirawat, paru-parunya mulai rusak. Untuk menolongnya, petugas medis membalikkan tubuhnya dan melakukan teknik darurat untuk membantu udara yang ada di tubuhnya bisa kembali bergerak.

Dikutip dari NYPost, setelah 12 jam mereka melihat penis pria tersebut mengalami ereksi dan langsung mengompresnya dengan kantong es. Tapi, sampai 3 jam belum menunjukkan adanya perubahan.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk menguras darah yang ada pada penis pria tersebut yang sudah tidak sadarkan diri.

"Priapisme tidak terulang kembali," tulis tiga dokter di Rumah Sakit Miami Valley dalam sebuah laporan tentang pasien di American Journal of Emergency Medicine.

Meski sudah diberikan pertolongan darurat, kondisi paru-paru pria itu tak kunjung membaik hingga akhirnya meninggal dunia di ruang ICU.

Para ahli medis mengatakan, gejala tersebut kemungkinan disebabkan adanya reaksi berlebihan dari sistem kekebalan yang disebut badai sitokin, yang bisa menyebabkan pembekuan darah.

"Kami belum melihat kasus priapisme yang berkaitan dengan COVID-19 seperti ini, dan sejauh yang saya ketahui ini jelas dampak dari COVID-19 yang jarang terjadi," kata konsultan ahli bedah urologi Dr Richard Viney dari Queen Elizabeth Hospital, Birmingham.

"Pada pasien ini, ia memiliki priapisme aliran rendah yang pasti cocok dengan mikroemboli (gumpalan darah kecil yang terbentuk di pembuluh darah yang lebih kecil) dan menjadi salah satu komplikasi akibat COVID-19 yang bisa terjadi di organ tubuh lainnya," lanjutnya.

Sebelumnya, pada studi terpisah yang dipublikasi dalam American Journal of Emergency Medicine juga pernah melaporkan kasus yang serupa. Kondisi tersebut dialami pria berusia 62 tahun yang tertular COVID-19 dan mengalami ereksi selama 4 jam yang diyakini disebabkan adanya penggumpalan darah.



Simak Video "Hanya Mengingatkan! Hati-hati dengan Varian Mu"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)
dMentor
×
Franchise Bisnis Kecantikan hingga Pelosok Daerah
Franchise Bisnis Kecantikan hingga Pelosok Daerah Selengkapnya