Rabu, 17 Mar 2021 05:30 WIB

Round Up

Deretan Negara yang Tunda Vs Lanjutkan Vaksin AstraZeneca

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
(FILES) In this file photo taken on March 11, 2021 a vial of the AstraZeneca Covid-19 vaccine in Paris on March 11, 2021. - Italy joined other European nations on March 15, 2021, in blocking the use of the AstraZeneca/Oxford vaccine over fears of a link to blood clots, pending a review by the EU regulator. (Photo by JOEL SAGET / AFP) Foto: AFP/JOEL SAGET
Jakarta -

Laporan kasus pembekuan darah usai vaksinasi memicu langkah kehati-hatian dengan menunda pemakaian vaksin AstraZeneca. Meski organisasi kesehatan dunia (WHO) memastikan aman dan minta untuk dilanjutkan, beberapa negara terutama di Eropa memilih wait and see.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus meyakinkan bahwa sejauh ini tidak ada bukti yang berkaitan antara vaksin AstraZeneca dengan pembekuan darah. Meski begitu, WHO akan terus meninjau data keamanan dari vaksin tersebut.

Selain itu, European Medicine Agency (EMA) atau regulator obat di Eropa akan melakukan pertemuan pada Kamis (18/3/2021) mendatang untuk membahas isu tersebut. Mereka juga akan mengumpulkan informasi-informasi yang ada untuk memastikan apakah vaksin tersebut menjadi penyebab peristiwa tromboemboli ini.

Ada juga beberapa negara yang memilih tetap melanjutkan pamakaian vaksin COVID-19 AstraZeneca ini. Ini dilakukan setelah dibuktikan tidak adanya kaitannya antara vaksin AstraZeneca dengan pembekuan darah:

Beberapa negara yang melanjutkan vaksin AstraZeneca adalah sebagai berikut:

1. Australia

Australia memutuskan untuk melanjutkan program vaksinasi dengan vaksin COVID-19 AstraZeneca, meskipun banyak negara di Eropa yang menangguhkan penggunaannya di tengah isu pembekuan darah.

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengatakan, pemerintah setempat dengan jelas, tegas, serta sangat mendukung penggunaan vaksin AstraZeneca ini. Alasannya karena vaksin tersebut bisa membantu menyelamatkan nyawa.

"Alasannya sangat sederhana, karena ini membantu menyelamatkan nyawa dan melindungi nyawa serta hal itu dilakukan atas dasar anjuran medis," kata Hunt.

"Hari ini, pemerintah telah memperbarui anjuran yang mendukung program vaksinasi tersebut dari Kepala Petugas Medis Australia (Paul Kelly), dari Administrasi Barang Terapeutik (TGA) Australia dan dari Kelompok Penasihat Teknis Australia untuk imunisasi," lanjutnya.

Kepala Petugas Medis Australia Paul Kelly menyebut bahwa isu pembekuan darah ini tidak ada hubungannya dengan vaksin AstraZeneca.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5


Simak Video "Indra Rudiansyah Kiprah Global Iluwan RI Pejuang Vaksin COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]