Laporan kasus pembekuan darah usai vaksinasi memicu langkah kehati-hatian dengan menunda pemakaian vaksin AstraZeneca. Meski organisasi kesehatan dunia (WHO) memastikan aman dan minta untuk dilanjutkan, beberapa negara terutama di Eropa memilih wait and see.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus meyakinkan bahwa sejauh ini tidak ada bukti yang berkaitan antara vaksin AstraZeneca dengan pembekuan darah. Meski begitu, WHO akan terus meninjau data keamanan dari vaksin tersebut.
Selain itu, European Medicine Agency (EMA) atau regulator obat di Eropa akan melakukan pertemuan pada Kamis (18/3/2021) mendatang untuk membahas isu tersebut. Mereka juga akan mengumpulkan informasi-informasi yang ada untuk memastikan apakah vaksin tersebut menjadi penyebab peristiwa tromboemboli ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada juga beberapa negara yang memilih tetap melanjutkan pamakaian vaksin COVID-19 AstraZeneca ini. Ini dilakukan setelah dibuktikan tidak adanya kaitannya antara vaksin AstraZeneca dengan pembekuan darah:
Beberapa negara yang melanjutkan vaksin AstraZeneca adalah sebagai berikut:
1. Australia
Australia memutuskan untuk melanjutkan program vaksinasi dengan vaksin COVID-19 AstraZeneca, meskipun banyak negara di Eropa yang menangguhkan penggunaannya di tengah isu pembekuan darah.
Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengatakan, pemerintah setempat dengan jelas, tegas, serta sangat mendukung penggunaan vaksin AstraZeneca ini. Alasannya karena vaksin tersebut bisa membantu menyelamatkan nyawa.
"Alasannya sangat sederhana, karena ini membantu menyelamatkan nyawa dan melindungi nyawa serta hal itu dilakukan atas dasar anjuran medis," kata Hunt.
"Hari ini, pemerintah telah memperbarui anjuran yang mendukung program vaksinasi tersebut dari Kepala Petugas Medis Australia (Paul Kelly), dari Administrasi Barang Terapeutik (TGA) Australia dan dari Kelompok Penasihat Teknis Australia untuk imunisasi," lanjutnya.
Kepala Petugas Medis Australia Paul Kelly menyebut bahwa isu pembekuan darah ini tidak ada hubungannya dengan vaksin AstraZeneca.
2. Thailand
Thailand juga sempat menangguhkan pemberian vaksin AstraZeneca. Namun, negara tersebut kembali melanjutkan pemberian vaksin AstraZeneca pada masyarakat, dengan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha menjadi yang pertama menerimanya pada Selasa (16/3/2021).
Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan dengan menjadi orang yang pertama disuntik vaksin AstraZeneca ini, ia berharap bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat umum terkait keamanan vaksin.
3. Indonesia
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin juga mengatakan menunggu konfirmasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait pemberian vaksin COVID-19 AstraZeneca.
"Agar konservatif, BPOM menunda implementasi AstraZeneca, karena menunggu konfirmasi dari WHO," ujarnya.
Selain itu, juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi, meluruskan bahwa penundaan distribusi ini bukan semata-mata karena adanya isu pembekuan darah usai disuntikkan vaksin AstraZeneca di Eropa.
"Kita tahu ada beberapa negara yang menunda sementara bukan membatalkan pemberian vaksin. Mengapa kemudian Kemenkes menunda dulu pendistribusiannya, ini dikarenakan kehati-hatian," katanya dalam konferensi pers daring, Selasa (16/3/2021).
Adapun beberapa negara yang masih menagguhkan bahkan menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca. Berikut daftarnya yang dikutip dari Al Jazeera.
1. Belanda
Belanda juga menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca ini sampai setidaknya 29 Maret 2021 mendatang, sebagai tindakan pencegahan. Namun, Pusat Farmakovigilans Lareb mengatakan sampai saat ini belum ada kasus kemungkinan trombosis atau emboli di Belanda, seperti yang dilaporkan di Denmark maupun Norwegia.
2. Irlandia
Pada Minggu (14/3/2021), Irlandia mengumumkan telah menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca sebagai bentuk kehati-hatian setelah adanya laporan dari Norwegia soal pembekuan darah tersebut.
Komite Penasihat Imunisasi Nasional Irlandia (NIAC) merekomendasikan penangguhan tersebut dan menunggu informasi lebih lanjut dari EMA.
"Ini mungkin bukan apa-apa, kita mungkin bereaksi berlebihan dan saya sangat berharap dalam waktu seminggu ini kita akan dituduh terlalu berhati-hati," kata Wakil Kepala Petugas Medis Ronan Glynn.
3. Bulgaria
Pada 12 Maret 2021 lalu, Bulgaria juga menghentikan sementara pemberian vaksin AstraZeneca. Hal ini dilakukan setelah adanya laporan seorang wanita berusia 57 tahun meninggal, beberapa jam setelah menerima suntikan.
"Pemberian vaksin AstraZeneca akan dihentikan sampai semua keraguan hilang dan selama para ahli tidak memberikan jaminan bahawa hal itu tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat," kata Perdana Menteri Boyko Borisson.
Wanita tersebut diyakini meninggal dunia akibat gagal jantung. Dari hasil autopsi, tidak ditemukan adanya penggumpalan darah.
4. Republik Demokratik Kongo
Republik Demokratik Kongo (DRC) mengumumkan telah menunda pemberian vaksin AstraZeneca, mengikuti negara-negara di Eropa.
"Kami akan memeriksa untuk mengetahui lebih banyak tentang masalah ini," kata juru bicara kementerian kesehatan DRC.
5. Rumania
Rumania juga menghentikan sementara pemberian vaksin AstraZeneca. Pemerintah setempat mengatakan hal ini sebagai tindakan pencegahan sampai EMA selesai menyelidiki isu tersebut.
6. Islandia
Islandia menangguhkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca dan menunggu hasil penyelidikan dari EMA.
7. Denmark
Pada 11 Maret 2021 lalu, Denmark mengumumkan penghentian penggunaan vaksin AstraZeneca selama dua minggu. Ini menyusul adanya laporan soal pembekuan darah yang terjadi pada beberapa orang pasca divaksin.
Otoritas obat Denmark mengatakan seorang wanita berusia 60 tahun meninggal karena pembekuan darah setelah vaksinasi, dengan gejala yang tidak biasa. Selain itu, wanita lainnya memiliki jumlah trombosit dan gumpalan darah yang rendah di pembuluh kecil dan besar, serta pendarahan.
8. Norwegia
Norwegia juga menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca sebagai peringatan adanya laporan terkait kemungkinan efek samping yang serius.
"Kami tidak tahu apakah kasus tersebut terkait dengan vaksin," kata dokter senior di Badan Obat Norwegia Sigurd Hortemo.
9. Austria
Austria lebih dulu menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca pada 7 Maret 2021 lalu. Mereka menyelidiki adanya sejumlah kasus kematian akibat gangguan koagulasi dan penyakit emboli paru pasca disuntik.
Simak Video "Video: Sembuh dari Covid Bukan Berarti Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)











































