Jumat, 19 Mar 2021 16:57 WIB

Kenapa Vaksin AstraZeneca Kedaluwarsa Mei? Begini Hitungannya Menurut BPOM

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jurnal Medis Lancet: Vaksin AstraZeneca Tunjukkan Hasil Menjanjikan Foto: DW (News)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjelaskan alasan mengapa batas waktu kedaluwarsa vaksin ditentukan selama enam bulan. Hal ini berkaitan dengan data stabilitas vaksin dari industri produksi farmasi vaksin.

"Seperti yang kita ketahui, vaksin-vaksin COVID-19 yang ada saat ini adalah vaksin yang baru, yang proses produksinya juga baru dilakukan sehingga data-data stabilitas dari vaksin tersebut masih sangat terbatas," jelas Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 BPOM Lucia Rizka Andalusia dalam konferensi pers Jumat (19/3/2021).

"Pada umumnya data stabilitas yang dimiliki oleh produksi industri farmasi vaksin adalah sepanjang tiga bulan," lanjutnya.

Maka dari itu,BPOM memberikan masa kedaluwarsa dari dua kali masa stabilitas. Ketentuan sebuah regulator obat terkait masa kedaluwarsa disebutRizka bisa lebih fleksibel lantaran vaksin merupakan produk fast moving.

"Berdasarkan data stabilitas 3 bulan tersebut, BPOM dapat memberikan batas kedaluwarsa vaksin tersebut selama 6 bulan, atau dua kali masa stabilitas," kata Rizka.

"Hal ini merupakan suatu fleksibilitas yang diberikan oleh regulatory, mengingat vaksin adalah produk fast moving yang dapat segera digunakan," pungkasnya.



Simak Video "Fenomena Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)