Senin, 22 Mar 2021 12:36 WIB

Beredar Kabar Vaksin Nusantara dr Terawan Mau Setop, Ini Kata BPOM

Vidya Pinandhita - detikHealth
Eks Menkes dr Terawan Agus Putranto hadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR. Ia turut pamerkan Vaksin Corona Nusantara yang disebut aman untuk digunakan warga. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Kelanjutan riset vaksin Nusantara, vaksin Corona berbasis sel dendritik yang digagas dr Terawan Agus Putranto, masih terganjal restu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Belakangan beredar kabar, riset ini akan dihentikan.

Kabar ini bermula dari viralnya kutipan surat dari Direktur Utama RS Dr Kariadi Semarang, yang menjadi site research vaksin Nusantara, kepada Menteri Kesehatan. Surat tersebut berisi permohonan izin menghentikan sementara penelitian karena ada kelengkapan yang harus dipenuhi.

Penggalan surat tersebut diunggah juga oleh pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono, di media sosial.

Kepala BPOM Penny K Lukito saat ditemui di Jakarta, Senin (22/3/2021) menegaskan bahwa riset obat maupun vaksin harus memenuhi standar-standar yang berlaku. Tidak terkecuali pada riset vaksin Nusantara.

"Uji klinis kan melibatkan manusia. Jadi ada aspek etika di mana kita tidak boleh mencelakai, bahkan menyakiti atau membuat kematian. Sangat ketat," kata Penny.

Penny menegaskan, evaluasi oleh BPOM melibatkan banyak ahli dari berbagai profesi, termasuk dari epidemiologi dan farmasi klinis. Bentuk pendampingan yang dilakukan mencakup audit hingga review uji klinis.

"Badan POM tidak pernah menghentikan (riset vaksin Nusantara)," tegas Penny.



Simak Video "Potret Moeldoko Saat Disuntik Vaksin Nusantara oleh Terawan"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)