Senin, 22 Mar 2021 14:43 WIB

Perbedaan COVID-19 Versi 'Original' dengan Varian-varian Baru Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
United Kingdom, British flag on the COVID-19, coronavirus, virus one side is dark, one side is bright Varian Corona B117. (Foto: Getty Images/iStockphoto/s-cphoto)
Jakarta -

Sejak pandemi Corona melanda dunia, berbagai macam varian-varian baru COVID-19 mulai bermunculan dan menjadi dominan di beberapa wilayah. Contohnya seperti varian dari Inggris B117 dan Afrika Selatan B1351.

"Varian yang kami definisikan sebagai versi virus tertentu yang memiliki kombinasi mutasi spesifik di seluruh genomnya," kata Pavitra Roychoudhury, pakar genetika virus Corona dan patologi di Fakultas Kedokteran Universitas Washington, dikutip dari Huffpost, Senin (22/3/2021).

"Sebuah varian akan menjadi perhatian saat kita mulai melihatnya meningkat frekuensinnya dalam populasi selama periode waktu tertentu," lanjutnya.

Lalu, apa yang membedakan virus Corona versi asli dengan varian baru Corona? Berikut perbandingannya yang dikutip dari Huffpost.

1. Virus SARS-CoV-2 versi original

Pada Januari 2020 lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan adanya penyakit mirip pneumonia menyebar di Wuhan, China. Satu bulan kemudian, WHO akhirnya memberikan nama resmi untuk virus tersebut yakni SARS-CoV-2 dan penyakit yang ditimbulkannya yaitu COVID-19.

Vaksin apa saja yang efektif melawan COVID-19 versi asli ini?

Saat ini, ada beberapa vaksin COVID-19 yang terbukti efektif melawan varian asli dari virus Corona. Vaksin yang dikembankan Pfizer 95 persen efektif melawan COVID-19 yang bergejala, sementara Moderna efektivitasnya mencapai 94,5 persen.

Selain itu, ada vaksin Novavax 89,3 persen, Johnson & Johnson 66 persen efektif mencegah penyakit bergejala dan 85 persen mencegah sakit parah, dan AstraZeneca-Oxford yang terbukti efektif sampai 70 persen mengatasi infeksi yang bergejala.

2. B117 atau Varian Kent, Inggris

Varian baru Corona Inggris B117 ini pertama kali teridentifikasi di Inggris. Kini varian tersebut sudah teridentifikasi di lebih 80 negara, seperti Amerika Serikat hingga Indonesia.

Para ahli memperkirakan varian Corona ini akan menjadi strain yang dominan di Amerika Serikat pada Maret.

Pada beberapa penelitian, varian Corona B117 ini disebut tidak membuat penyakit COVID-19 yang dialami menjadi semakin parah. Tetapi, banyak ahli yang percaya bahwa varian tersebut lebih mudah menyebar dari versi aslinya.

Ada beberapa vaksin yang kini diklaim mampu melawan varian B117. Vaksin Pfizer dan Moderna tampaknya bisa melindungi lebih baik terhadap B117.

Selain itu, vaksin Novavax, Johnson & Johnson, dan AstraZeneca juga disebut-sebut mampu melindungi dari serangan varian B117 tersebut dengan cukup baik.

Bagaimana dengan varian Afsel dan Brasil? Simak penjelasannya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Sederet Varian Baru COVID-19 Pengaruhi Efikasi Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]