Selasa, 23 Mar 2021 06:29 WIB

Apa Itu Nomor Batch? Sering Disebut Terkait Obat dan Vaksin

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kemenkes mencatat 132.004 orang tenaga kesehatan di Indonesia sudah disuntik virus Corona. Angka itu adalah 22 persen dari total 598.483 Nakes yang akan divaksin. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Nomor batch adalah istilah lain untuk kode produksi, atau disebut juga nomor bets. Istilah ini kerap disebut oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), termasuk dalam kaitannya dengan obat dan vaksin.

Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) menyebut, batch atau bets adalah sejumlah obat yang mempunyai sifat dan mutu yang seragam yang dihasilkan dalam satu siklus pembuatan atas suatu perintah pembuatan tertentu.

"Esensi suatu bets adalah homogenitasnya," tulis BPOM dalam pedoman tersebut.

Terkait dengan isu keamanan vaksin AstraZeneca, BPOM menyebut nomor batch vaksin yang masuk ke Indonesia berbeda dengan yang ditangguhkan di beberapa negara Eropa. Penangguhan ini terkait laporan beberapa kasus pembekuan darah setelah penyuntikan.

BPOM menyebut, vaksin AstraZeneca yang masuk ke Indonesia melalui fasilitas COVAX memiliki nomor batch CTMAV504, CTMAV514, dan CTMAV516. Sementara nomor batch atau bets produk vaksin AstraZeneca yang diinvestigasi terkait beberapa kasus pembekuan darah di wilayah Eropa, memiliki nomor batch ABV5300, ABV3025, dan ABV2856.

"Walaupun vaksin COVID-19 AstraZeneca dengan nomor bets ABV5300, ABV3025, dan ABV2856 tidak masuk ke Indonesia, namun untuk kehati-hatian BPOM bersama ITAGI melakukan kajian lebih lanjut sejak diketahui isu keamanan tersebut," jelas BPOM dalam rilisnya pada Rabu (17/3/2021).

Belakangan, BPOM telah memastikan vaksin ini aman digunakan dan bisa segera didistribusikan. Badan obat Eropa European Medicines Agency (EMA) maupun organisasi kesehatan dunia WHO juga telah menegaskan manfaat vaksin ini lebih besar dari kemungkinan risikonya.



Simak Video "Indra Rudiansyah Kiprah Global Iluwan RI Pejuang Vaksin COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)