Senin, 29 Mar 2021 17:01 WIB

Sulut Setop Sementara Vaksin AstraZeneca, Pakar: Tak Ada Vaksin Tanpa KIPI

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Corona AstraZeneca sudah tiba di Indonesia, berikut sejumlah negara yang sudah memakainya. Sulut setop sementara vaksin AstraZeneca karena laporan KIPI. Foto: AP Photo
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 Sulawesi Utara (Sulut) menyetop sementara penggunaan vaksin Corona AstraZeneca karena sejumlah laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), .

KIPI tersebut berupa demam, menggigil, nyeri badan dan tulang, mual, dan muntah yang dialami 5-10 persen warga penerima vaksin AstraZeneca.

Kepala Satgas COVID-19 Sulut, Steven Dandel, menyebut gejala yang dilaporkan sebenarnya tergolong biasa (dialami 1 dari 10 suntikan). Namun sebagai langkah hati-hati, pihaknya menyetop sementara penggunaan AstraZeneca.

Menanggapi hal tersebut, Aluicia Anita Artarini, selaku ahli virologi dan dosen Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung (ITB) menyebut kemunculan efek samping setelah disuntik vaksin adalah wajar.

"Tidak ada vaksin yang tidak punya efek samping karena risiko itu selalu ada. Tetapi yang mau melihat dan menganalisa, boleh dilakukan" ujarnya dalam webinar, Senin (29/3/2021).

Menurutnya, kemunculan demam, pegal, dan linu setelah penyuntikan vaksin adalah tanda tubuh merespons masuknya vaksin. Selama reaksi masih bisa ditoleransi, vaksin umumnya aman digunakan.

Untuk mendalami bentuk-bentuk efek samping, kajian lebih lanjut bisa dilakukan. Namun ia menekankan, efek samping bukan hal yang perlu ditakutkan.

Dalam kajian vaksin, yang didalami bukan hanya jenis dan gejala efek samping yang muncul, melainkan pula perbandingannya dengan efek baik yang dibawa vaksin. Selama efek baiknya lebih besar dibanding KIPI, maka vaksin bisa digunakan.

"Risiko terhadap efek yang bagusnya (diperhatikan). Kalau obat mengobati, kalau vaksin mencegah. Selama efek mencegah lebih besar dibanding risiko. Itu dari segi regulasi" terangnya lebih lanjut pada detikcom.

Terakhir ia menegaskan, keamanan vaksin yang sudah disebarluaskan harusnya terjamin sehingga masyarakat tak perlu takut. Mengikuti program vaksinasi sebagaimana yang telah dijadwalkan adalah upaya mendukung pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19.

"(Jika belum aman) tidak akan diizinkan untuk beredar dimana pun juga" ujarnya.



Simak Video "WHO Sebut Banyak Negara yang Tertarik Pakai Vaksin AstraZeneca"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)