Minggu, 04 Apr 2021 07:00 WIB

Mengenal Sjogren's Syndrome, Penyakit Autoimun dengan Seribu Wajah

Bayu Ardi Isnanto - detikHealth
Drugs and syringe for autoimmune disease treatment (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Solo -

Minimnya pengetahuan tentang sjogren's syndrome atau sindrom sjogren membuat dokter asal Solo, dr Warigit Dri Atmoko SpPD, MKes, melakukan sosialisasi dengan cara berbeda. Dia terinspirasi membuat karya lagu dan cerpen.

Dokter yang akrab disapa Yongki itu menyoroti banyaknya dampak sosial yang menimpa pasien penyakit autoimun itu. Misalnya, pasien yang diceraikan suami hingga dipecat dari pekerjaan.

"Banyak yang mengalami hal seperti itu. Kebetulan saya Ketua Autoimun Yayasan Sjogren's Syndrome Indonesia, jadi banyak mendapatkan cerita itu. Hal ini terjadi karena orang di sekitar pasien tidak memahami penyakit ini," kata Yongki saat dihubungi detikcom, Sabtu (3/4/2021).

Dokter yang juga penyanyi jebolan ajang pencarian bakat di televisi swasta itu menjelaskan bahwa ciri-ciri dari sindrom sjogren memang tidak tampak secara kasat mata. Terkadang pengidap autoimun terlihat malas, sering mengantuk, mudah lupa, atau sering juga memiliki gejala penyakit tifus.

"Penyakit ini memiliki seribu wajah, sulit untuk mendiagnosis. Cirinya antara lain mata kering, mulut kering, karena yang terganggu kelenjar penghasil cairan atau eksokrin. Ini disebabkan karena autoimun itu sendiri, tubuhnya menganggap imunitas sebagai musuh," ujar dia.

Terkait penyembuhan, dokter penyakit dalam RS Triharsi Solo itu mengatakan ada beberapa proses. Salah satu yang terpenting ialah menjaga psikologis pasien agar tidak stres karena bisa memicu penyakit kambuhan.

"Tentu dengan terapi obat, yang paling penting support dan semangat, olahraga khusus tergantung kasus, jenis makanan yang tidak boleh. Khusus sjogren sering-sering periksa gigi karena lebih rentan," kata dia.

Di dalam yayasannya, ada sekita 600 orang anggota yang rata-rata adalah wanita. Namun dia meyakini masih banyak lagi orang yang mengidap namun tidak melaporkan diri.

"Karena mungkin orang malu melapor. Atau mungkin kita yang kurang mensosialisasikan sehingga banyak yang belum menyadari," ujar dia.

Dari kasus-kasus tersebut, Yongki menciptakan sebuah lagu berjudul 'Rasa yang Belum Usai'. Dalam liriknya, lagu ini memang terasa universal dan tidak menyebut spesifik tentang sindrom sjogren. Akan tetapi, Yongki menyelipkan pesan dalam video klipnya.

"Lagu ini memang saya buat universal agar bisa dinikmati siapapun. Kalau lihat video klip, pasti aware karena ada tulisannya. Dari situ orang pasti cari tahu apa itu sjogren," ungkap Yongki.

Rencananya akan ada lima lagu dalam mini album bertajuk Kisah Rabu. Selain itu, dia menuliskan cerpen yang terbagi dalam 7 bab yang mengisahkan pengidap sindrom sjogren.

"Nanti sebagian hasil penjualan akan diserahkan untuk yayasan autoimun," pungkasnya.



Simak Video "Wanita Ini Mendadak Alergi Air Usai Melahirkan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)