Senin, 26 Apr 2021 05:00 WIB

Klaster Kantor DKI Naik 2 Kali Lipat, Waspadai 5 Tempat Berisiko Tinggi Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sejumlah pegawai kembali bekerja di kantor usai sebelumnya bekerja dari rumah. Guna cegah virus Corona para pegawai pakai face shield hingga masker saat bekerja Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Klaster perkantoran DKI Jakarta kembali meningkat, bahkan hingga dua kali lipat. Pemprov DKI Jakarta mewanti-wanti agar masyarakat mulai mewaspadai kenaikan jumlah kasus virus Corona di perkantoran meski sudah mendapatkan vaksinasi Corona.

"Jumlah kasus konfirmasi COVID-19 pada klaster perkantoran dalam seminggu terakhir mengalami kenaikan," tulis Pemprov DKI Jakarta dalam Instagram resminya.

Sebagai perbandingan, pada periode 5-11 April 2020, ada 158 kasus COVID-19 di 78 perkantoran. Sementara kenaikan tercatat di 12-18 April, yaitu 425 kasus COVID-18 di 177 perkantoran. Menurut Pemprov DKI, sebagian perkantoran sudah melakukan vaksinasi Corona.

Seperti diketahui, vaksinasi COVID-19 tidak menjamin 100 persen bebas Corona melainkan mencegah keparahan atau kemungkinan fatal saat terpapar Corona. Maka dari itu, perlu tetap mewaspadai tempat-tempat berisiko tinggi COVID-19 di kantor seperti dikutip dari Mirror UK.

1. Ruangan sempit

Penularan virus Corona semakin tinggi saat seseorang berada di ruangan minim ventilasi dan tidak memiliki 'space' yang cukup luas. Sebab, ada kemungkinan virus Corona bisa bertahan di udara dalam beberapa waktu, dan penyebarannya bahkan bisa dibantu oleh AC.

Jika terpaksa berada di dalam ruangan yang sempit dan minim ventilasi, pastikan memakai masker dengan benar dan menjaga jarak minimal 2 meter untuk menghindari terpapar Corona. Setelah menyentuh setiap permukaan, pastikan mencuci tangan dengan menggunakan sabun agar bebas dari kontaminasi virus.

2. Wc di kantor

Ketika menuju toilet umum, usahakan tetap memakai masker dan memastikan tangan selalu steril usai menggunakan fasilitas umum.

Kemungkinan penularan Corona di toilet juga bisa terjadi dari aerosol saat seseorang yang terpapar Corona menyiram feses mereka tanpa menutup toilet.

Sejumlah partikel dari feses bahkan bisa menyebar sejauh 1 meter. Untuk menghindari penularan tersebut, pastikan selalu menutup toilet saat menyiram feses.

3. Dapur kantor

Apapun fasilitas bersama yang kerap menjadi tempat berkerumun berisiko tinggi COVID-19, termasuk dapur kantor.

Meski sejumlah alat disediakan untuk dipakai bersama, sebaiknya mulai membiasakan diri untuk membawa peralatan makan dan minum sendiri.

Alangkah baiknya untuk langsung membersihkan peralatan bersama maupun pribadi setelah digunakan. Cuci atau bersihkan tangan sebelum dan sesudah menggunakan peralatan dapur.

4. Tombol lift

Paling sering disentuh, tombol lift berisiko tinggi penularan Corona. Secara tidak sadar, usai menekan tombol lift yang sebelumnya terkontaminasi virus Corona, penularan bisa menyebar saat kamu menyentuh bagian jidung, mulut, ataupun mata.

Beberapa fasilitas kantor sudah mulai mengganti feature tombol lift menjadi 'touchless' sehingga tidak perlu disentuh namun cukup mengarahkan tangan ke setiap tombol nomor yang dituju.

Jika tetap terpaksa menyentuhnya, cobalah mengantisipasi hal ini dengan menggunakan sarung tangan saat menyentuh lift, atau selalu memakai hand sanitizer bila tidak sempat mencuci tangan. Tetapi, cuci tangan dengan air mengalir selama 20 detik lebih disarankan.

5. Gagang pintu

Selain tombol lift, gagang pintu juga bisa menularkan virus Corona COVID-19 karena dipakai banyak orang.

Namun, hal ini bisa diakali dengan menggunakan 'kait pegangan' agar tangan tidak langsung menyentuh gagang pintu.



Simak Video "Daftar Negara yang Larang Masuk Penerbangan dari Afrika"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)