Senin, 26 Apr 2021 19:02 WIB

Dokter di India Waspadai 'Triple Mutation' COVID-19, Tak Terdeteksi PCR

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
A relative of a person who died of COVID-19 is consoled by another during cremation in Jammu, India, Sunday, April 25, 2021. Delhi has been cremating so many bodies of coronavirus victims that authorities are getting requests to start cutting down trees in city parks, as a second record surge has brought Indias tattered healthcare system to its knees. (AP Photo/Channi Anand) Foto: AP/Channi Anand
Jakarta -

Di tengah melonjaknya kasus COVID-19 di India, seorang dokter menyebut kemungkinan varian baru Corona di India bisa lolos dari tes PCR (polymerase chain reaction). Artinya, orang yang terinfeksi virus Corona tersebut diduga bisa mendapatkan hasil negatif COVID-19 saat dites.

Menurut dokter konsultan di Helvetia Medical Center Delhi, Dr Souradipta Chandra, hal ini diduga karena adanya strain baru dengan mutasi ganda dan mutasi triple.

"Mutan baru tampaknya tidak terdeteksi oleh uji RT-PCR. Saya yakin ada varian ganda dan triple yang telah ditemukan dan karena perubahan struktur, tes PCR menjadi tidak dapat mendeteksinya," kata Chandra, dikutip dari Times of News.

Selain diduga tak terdeteksi dalam tes PCR, Chandra juga mengatakan bahwa varian baru Corona ini menimbulkan gejala yang tak biasa. Disebutkan, selama gelombang kedua COVID-19, banyak pasien di India mengalami diare, sakit perut, ruam, konjungtivitis, dan brain fog.

"Kami melihat pasien dengan diare, sakit perut, konjungtivitis, kebingungan, brain fog, perubahan warna kebiruan pada jari tangan dan kaki, pendarahan di hidung, dan sakit tenggorokan," ujarnya.

Terkait hal ini, Direktur National Institute of Biomedical Genomics, Dr Anurag Agarwal, mengatakan bahwa meski ada kemungkinan orang yang terkena COVID-19 mendapat hasil negatif lewat tes PCR, tetapi mutasi ganda dari virus Corona bukanlah penyebabnya. Pasalnya, butuh lebih banyak bukti untuk memastikan hal tersebut.



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)