Kamis, 29 Apr 2021 03:10 WIB

5 Tips Agar Tak Cepat Haus saat Puasa

Ardela Nabila - detikHealth
Ini Pentingnya Minum Air Putih Saat Menjalani Ibadah Puasa Foto: iStock
Jakarta -

Selama bulan Ramadhan, menjaga pola makan seimbang dan menjaga hidrasi tubuh merupakan hal yang penting dilakukan sebelum dan sesudah berpuasa. Pasalnya, kedua hal tersebut bisa membantu tubuh menjadi berenergi sepanjang hari.

Mendapatkan cukup air putih saat berbuka puasa merupakan hal esensial guna menjaga fungsi dalam tubuh agar tetap berfungsi maksimal. Sementara itu, ketika seseorang kurang minum air putih sebelum berpuasa, maka nantinya akan berisiko mengalami pusing, sakit kepala, dan kelelahan saat berpuasa.

Selama berpuasa, kamu tetap dianjurkan untuk meminum sebanyak delapan gelas air setiap harinya. Namun, terdapat sejumlah hal lainnya yang perlu diingat untuk mencegah rasa haus dan dehidrasi selama berpuasa.

Mengutip The Star, berikut 5 tips yang bisa dilakukan saat sahur dan berbuka puasa agar kamu tidak cepat haus saat berpuasa.

1. Hindari minuman mengandung kafein

Beberapa jenis minuman, seperti teh dan kopi, mengandung kafein. Kafein merupakan kandungan yang memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine, sehingga bisa menyebabkan tubuh menjadi mudah kehilangan cairan.

Meminum minuman yang mengandung kafein saat sahur dan berbuka bisa menyebabkan kamu menjadi mudah haus di kemudian hari. Dengan demikian, apabila ingin tetap terhidrasi selama berpuasa, kamu disarankan untuk rajin minum air putih.

2. Buka puasa dengan sayur dan buah

Mengonsumsi buah dan sayur tak hanya memiliki manfaat bagi kesehatan, tetapi juga membantu tubuh menjadi terhidrasi. Sejumlah buah dan sayur kaya akan kandungan air, sehingga lebih bernutrisi dan cocok membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang saat berpuasa.

Beberapa buah dan sayur yang disarankan untuk berbuka puasa lantaran mengandung banyak air adalah semangka, timun, seledri, tomat, dan belimbing. Mengonsumsi buah dan sayuran tersebut dapat mencegah tubuh mengalami dehidrasi.

3. Hindari makanan pedas dan asin

Makanan pedas dan asin dapat menyebabkan tubuh membutuhkan lebih banyak air, terutama ketika berpuasa. Namun, apabila kamu tidak bisa menghindari kedua makanan ini, maka sebaiknya batasi porsi makannya. Bagi ibu-ibu yang memasak untuk sahur dan berbuka, disarankan untuk tidak menggunakan terlalu banyak garam pada masakannya.

4. Hindari minum terlalu banyak dalam satu waktu

Minum terlalu banyak air dalam satu waktu dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih mudah kehilangan cairan di kemudian hari saat berpuasa lantaran kamu akan lebih sering buang air kecil.

Jadi, cara terbaik adalah dengan minum air sedikit demi sedikit di malam hari dari rentang waktu setelah berbuka puasa hingga sebelum tidur. Saat kamu memutuskan untuk ke kamar, tetapi belum ingin tidur, maka sebaiknya kamu membawa air di dalam botol ke kamar agar tetap bisa minum saat terasa haus.

5. Hindari berpanas-panasan

Di siang hari saat berpuasa, kamu sebaiknya hindari terlalu banyak terpapar panas matahari atau terlalu banyak beraktivitas fisik di luar. Meski cuaca di Indonesia cenderung panas sepanjang hari, ada baiknya kamu menghindari terpapar langsung oleh cuaca panas sebisa mungkin.

Pasalnya, cuaca panas bisa menyebabkan kamu menjadi rentan berkeringat. Akibatnya, kamu menjadi lebih mudah kehilangan cairan dalam tubuh. Jadi, sebaiknya kamu membatasi beraktivitas di luar ruangan selama berpuasa.



Simak Video "Anak Diam-diam Batal Puasa, Jangan Dimarahi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)