Kamis, 20 Mei 2021 18:02 WIB

Masker Jarang Diganti Bisa Ditumbuhi Mikroba, Ini Dampaknya Bagi Paru

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Portrait of young woman putting on a protective mask for coronavirus isolation Ilustrasi masker. (Foto: iStock)
Jakarta -

Sebuah eksperimen menunjukkan bahwa masker yang digunakan lebih dari 6 jam rentan ditumbuhi mikroba, seperti bakteri dan jamur. Disebutkan, semakin lama masker digunakan, maka jumlah mikrobanya juga akan semakin banyak.

Dalam eksperimen tersebut, peneliti menggunakan masker sekali pakai dan masker yang dapat digunakan kembali. Hasilnya, masker yang bisa dipakai lagi umumnya mengandung lebih banyak mikroba.

"Mengingat kita dikelilingi oleh mikroba di lingkungan, bahkan di dalam sistem pencernaan kita (mulut dan usus), tidak jarang ditemukan mikroba pada masker," kata Profesor William Chen, Direktur Program Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Teknologi Nanyang, kepada Strait Times.

Apakah mikroba ini bisa membahayakan paru-paru?

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR, mikroba-mikroba pada masker jika terhirup terus-menerus bisa berisiko menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), bahkan pneumonia.

"Kalau terhirup bisa menyebabkan infeksi di saluran napas dan paru (pneumonia) juga. Makanya masker harus diganti setiap 6-8 jam," kata dr Agus saat dihubungi detikcom, Kamis (20/5/2021).

Lamanya waktu seseorang bisa terkena ISPA setelah terpapar mikroba pun bervariasi. Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, dr Adria Rusli, SpP(K), mengatakan hal ini tergantung dari jumlah mikrobanya dan daya tahan tubuh dari orang tersebut.

"Itu tergantung jumlah kumannya sama waktu (paparannya) juga. Jadi yang menentukannya adalah jumlah kuman dan kadar virulensi kumannya," ucap dr Adria dalam wawancara terpisah, Kamis (20/5/2021).

"Nggak ada waktu pasti, karena kan kita punya daya tahan tubuh juga. Kalau daya tahan tubuhnya kuat ya alhamdulillah mudah-mudahan nggak kena. Tapi, kalau daya tahan tubuhnya lemah, kumannya banyak, ya gampang kena sakit," jelasnya.



Simak Video "KuTips: Cara Bedakan Masker Bedah Asli vs Palsu!"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)