Sabtu, 22 Mei 2021 11:23 WIB

Ingin Tes Antibodi Setelah Vaksin COVID-19? Catat, Ini Pesan Ahli

Vidya Pinandhita - detikHealth
Tes serologi merupakan pemeriksaan untuk mengetahui antibodi dalam darah. Tes ini diketahui dapat menjadi acuan untuk deteksi awal indikasi infeksi virus Corona Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Belakangan, marak tren melakukan tes antibodi pasca vaksinasi COVID-19. Sebagian masyarakat berinisiatif ikut tes karena ingin melihat efektivitas vaksin dengan melihat peningkatan kadar antibodi.

Akan tetapi, tes ini pula tak dianjurkan oleh sejumlah pihak lantaran disebut tak bermanfaat. Dalam beberapa kasus, hasilnya malah bikin bingung dan nggak tenang.

Ahli patologi klinik Universitas Sebelas Maret dr Tonang Dwi Ardyanto, SpPK, PhD, FISQua meluruskan, perlu-tidaknya tes antibodi sebenarnya tergantung tujuan dan pemahaman akan fungsi tes.

"Perlu tidaknya tergantung pemahaman yang tepat. Bila belum paham, sebaiknya tidak tes, daripada jadi galau," terangnya pada detikcom, Jumat (21/5/2021).

Menurut dr Tonang, ada 2 fungsi utama tes antibodi COVID. Pertama, mengetahui terjadinya serokonversi yang menandakan tubuh pernah terinfeksi virus Corona.

Kedua, mengetahui potensi kekebalan terhadap infeksi COVID-19 dan melihat kemampuan tubuh dalam menetralisasi virus Corona.

"Tapi kalau merasa belum paham, dan belum siap mental, maka memang sebaiknya tidak periksa antibodi. Agar tidak justru menjadi bingung sendiri," pesan dr Tonang.Ia menyarankan jika masyarakat merasa amat memerlukan, baiknya bertanya dulu pada ahli soal fungsi tes antibodi agar hasilnya tak malah membuat bingung.

Ia menekankan, apapun hasil tesnya tak perlu membuat masyarakat ragu soal efektivitas vaksin. Pasalnya kini, kondisi pandemi masih berlangsung sementara ketersediaan vaksin terbatas.

"Dalam situasi keterbatasan vaksin saat ini, diharapkan kita tidak menjadi ragu atau galau, gara-gara tes antibodi terkait vaksinasi. Karena bisa mendapatkan vaksin saja sudah Alhamdulillah," dr Tonang.



Simak Video "Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)