Rabu, 26 Mei 2021 15:01 WIB

Varian Ganas Corona Masuk RI, Seberapa Efektif Sih Nge-Dobel Masker?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Masker COVID-19 Ilustrasi masker medis. Foto: iStock
Jakarta -

Menanggapi temuan 54 kasus COVID-19 di RI yang disebabkan dari 'Variant of Concern' (VoC) atau varian yang diwaspadai dunia, dokter paru membenarkan penggunaan masker dobel untuk melindungi diri.

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dan dokter spesialis paru, dr Erlina Burhan, SpP(K) menjelaskan, sebelum ada temuan varian ganas pun, penggunaan masker dobel sebenarnya sudah direkomendasikan.

"Double masker (medis plus kain) memang memberikan perlindungan yang lebih tinggi dibandingkan single masker. Perlindungan terhadap virus tanpa melihat variannya," ujarya pada detikcom, Rabu (26/5/2021).

Mengingat, varian baru ini dikhawatirkan oleh dunia lebih ganas dibanding varian pada kasus COVID-19 lainnya.

Pasalnya, varian ini diketahui memiliki mutasi yang bisa memengaruhi kemampuan penularan, kepekaan alat tes, tingkat keparahan gejala, dan kemampuan virus menghindar dari sistem kekebalan tubuh.

Varian tersebut tak lain B117 dari Inggris, B1351 dari Afrika Selatan, dan B1617 dari India.

Sebelumnya, juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan bahwa mendobel masker tak boleh dilakukan sembarangan karena justru bisa mengganggu kemampuan filtrasi masker.

Ditegaskan, masker medis tidak boleh didobel dengan masker medis lainnya. Demi keamanan, masker medis hanya boleh dilapis dengan masker kain.

Begitu pula masker KN95, tak boleh digunakan berlapis dengan jenis masker lainnya.

Sejalan dengan paparan Prof Wiku, dr Erlina menyebut bahwa yang direkomendasikan digunakan dobel adalah masker medis dengan masker kain. Ia membenarkan, penggunaan masker medis secara berlapis justru bisa mengganggu efektivitas masker dalam menyaring virus.



Simak Video "Apakah Suntikan Booster Efektif Lawan Varian Baru Covid-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)