Jumat, 28 Mei 2021 08:49 WIB

Di-ghosting seperti Kisah Kaesang-Felicia Tissue? Psikolog Ungkap Dampaknya

Vidya Pinandhita - detikHealth
felicia tissue Felicia Tissue. Foto: Instagram @feliciatissue
Jakarta -

Media sosial kini diramaikan kisah 'ghosting' antara Felicia Tissue dan Kaesang Pangarep. Namun terlepas dari kasus tersebut, 'ghosting' atau hilang mendadak banyak menjadi penyebab patah hati. Alih-alih diputuskan dengan komunikasi terbuka, korban ghosting ditinggal begitu saja tanpa penjelasan.

Psikolog klinis Anastasia Sari Dewi, founder pusat konsultasi Anastasia and Associate, menyebut ghosting adalah salah satu indikasi toxic relationship. Baik yang perlahan-lahan menghilang tanpa kabar, didiamkan sementara waktu, atau yang mendadak hilang untuk selamanya.

"Secara umum, dampaknya tentu banyak korban yang menjadi insecure, trust issue. Trauma tentu saja ada. Tapi apakah bertahan secara lama atau nggak? Kemudian bentuknya, takut menjalin hubungan baru atau berani menjalin hubungan dengan trust issue yang besar," terangnya pada detikcom, Kamis (27/5/2021).

Menurutnya, tingkat kefatalan dampak ghosting bisa berbeda pada setiap orang. Pada pasangan yang sudah membicarakan pernikahan, ditinggal tiba-tiba mungkin imbasnya amat fatal.

Atau pada pasangan banyak tersorot publik, ekspektasi tentang hubungan mereka bisa menimbulkan beban yang lebih berat pada korban ghosting.

"Tergantung ketahanan toleransi stres korban dan kemampuan korban menilai atau menangkap nilai yang bisa dia ambil dari kejadian yang dia alamin. Kedekatan dia dengan pelaku ghosting, sejauh apa, serta tahapan-tahapan apa saja yang sudah ia lalui bersama pasangannya," jelas Sari.

"Tentu ada kecemasan, depresi seperti perasaan diabaikan saat dia di-ghosting itu juga ada kaitan dengan harga diri. Apakah aku ini merasa berharga, layak diperlakukan demikian atau tidak," lanjutnya.

Sejalan dengan paparan Sari, psikolog dari Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Anna Surti Ariani menjelaskan, ghosting bisa memicu emosi negatif pada korban.

"Terkadang korban juga jadi menyalahkan diri sendiri, bahkan merasa dirinya buruk dan gagal. Jika ia tak menyadari ini dan terus terpuruk dalam hal ini maka berisiko depresi. Kadang jadi ada dampak untuk relasi dengan orang lain, misalnya jadi cenderung merasa lebih sulit untuk percaya pada orang lain," katanya.



Simak Video "TOP 5: Felicia Tissue Buka Suara, Abdee Slank Jadi Komisaris Telkom"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)