Sabtu, 29 Mei 2021 13:10 WIB

Sangat Mungkin Jamur Hitam India Mewabah di RI, Ini Alasannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Belum usai hadapi tsunami Corona dan jamur hitam, India kembali dihadapkan pada ancaman baru yakni jamur putih. Apa itu infeksi jamur putih? Foto: AP Photo/Mahesh Kumar A
Jakarta -

India diserang infeksi mucormycosis 'jamur hitam' yang bisa memicu kebutaan. Hingga kini, ada lebih dari 11 ribu kasus infeksi mucormycosis atau jamur hitam yang tercatat di tengah pandemi Corona.

Dinyatakan sebagai epidemi, banyak pasien mucormycosis di India mengalami nyeri dada, kesulitan bernapas, hingga batuk berdarah. The Sun mencatat, sekitar 60 persen kasus murcomycosis India terpaksa kehilangan satu matanya.

Berpotensi mewabah di Indonesia

Pakar epidemiologi Universitas Griifith Dicky Budiman menyebut, kasus 'jamur hitam' sangat mungkin mewabah di Indonesia. Terlebih, kondisi Corona di Indonesia saat ini disebutnya memiliki banyak kemiripan dengan apa yang terjadi di India.

Kasus diabetes 5 besar di dunia

Seperti diketahui, pakar mengidentifikasi sejumlah kondisi yang rentan terinfeksi jamur hitam. Mereka adalah orang-orang dengan imunitas yang rendah, seperti pengidap diabetes, pasien kanker, hingga orang yang menggunakan obat-obatan steroid dalam jangka waktu yang lama.

"Kalau bicara potensinya cukup besar hanya saya tidak bisa menggambarkan dalam bentuk persentasenya karena perlu dilihat lebih lanjut. Sangat besar itu pertama karena kita juga memiliki populasi atau prevalensi diabetes yang 5 besar dunia," kata Dicky kepada detikcom Sabtu (29/5/2021).

"Semua usia ada, dan diabetes adalah salah satu predisposisi istilahnya dalam kedokteran atau yang berisiko," sambungnya.

Kesehatan lingkungan

Pemicu mewabahnya jamur hitam di India diyakini pejabat kesehatan setempat juga dipicu oleh sanitasi dan lingkungan yang belum memadai. Khususnya, air yang terkontaminasi dalam tabung oksigen, saat digunakan pasien Corona.

"Ada banyak kontaminasi di pipa yang digunakan untuk oksigen, silinder yang digunakan," kata Nishant Kumar, dokter mata di RS Hinduja, Mumbai, India.

Disoroti Dicky, kualitas kesehatan di beberapa wilayah India juga tak jauh berbeda dengan Indonesia. Sementara, jamur hitam ditegaskan Dicky bisa ditemukan di mana saja.

"Kemudian, kualitas kesehatan lingkungan kita juga tidak berbeda untuk beberapa wilayah di India. Karena gini, jamur ini bisa ditemukan di semua tempat terutama yang misalnya di kamar mandi kalau ada atap di langit-langit, atau dinding berjamur, kan kita bisa menemukan itu, kepadatan penduduk juga," bebernya.

Penggunaan obat steroid

"Kita ini dalam pengendalian obat juga relatif bebas, orang bisa menggunakan membeli steroid bebas dipakai diminum, itu membuat risiko menjadi besar," kata dia.

"Kesadaran penduduk dalam menggunakan obat, jadi kadang orang minum obat steroid sendiri, tidak konsultasi kemudian juga kasus COVID-19 yang banyak di rumah ini, ini yang bisa jadi pemicunya," tutupnya.



Simak Video "India Nyatakan Epidemi Kasus Jamur Hitam"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)