Jumat, 04 Jun 2021 14:20 WIB

Berani Coba? Ini Sunat Tradisional Tanpa Bius Ala Bengkong Betawi

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sunat Bengkong Betawi Si Pitung Metode sunat tradisional ala Bengkong Betawi masih eksis di ibukota (Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth)
Jakarta -

Di tengah banyaknya pilihan berbagai metode sunat medis, sebagian masyarakat masih mengandalkan teknik sunat tradisional. Selain tentunya lebih ekonomis, beberapa metode sunat tradisional diklaim lebih cepat proses maupun pemulihannya.

Salah satu metode sunat tradisional yang masih eksis di ibukota adalah khitan tradisional ala 'Bengkong' Betawi. Prosesnya tidak menggunakan bius dan disebut-sebut hanya memakan waktu pengerjaan dalam hitungan menit.

Haji Mahfudz Zayadi, seorang bengkong alias juru sunat tradisional Betawi yang praktik di jalan Mampang Prapatan Jakarta Selatan telah menyunat laki-laki beragam usia sejak 1989. 'Bengkong Si Pitung' begitu Mahfudz menamai bisnis khitannya.

Dikisahkannya, keterampilan menyunat tanpa bius ini adalah bakat turun-temurun dari kakek buyut. Semasa Bengkong Si Pitung masih dikerjakan oleh ayahnya, Mahfudz sering menonton aksi sunat dan membantu sebagai 'kenek'.

"Peralatannya semua cara tradisional, cara kampung kalau orang Betawi bilang kebetulan saya orang Betawi. Tradisional alat-alatnya semua, kecuali obat itu lain. Kebetulan saya ini generasi ke-4, dari kakeknya kakek, ke orangtua, lalu ke saya. Alhamdulillah saya mulai berkiprah sejak 1989 sampai sekarang," kata Mahfudz saat ditemui di Jakarta, Jumat (4/6/2021).

Sunat Bengkong Betawi 'Si Pitung'Peralatan Bangkong Sunat Betawi. Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth

Berbeda dengan sunat medis oleh dokter, Mahfudz tak menggunakan suntikan bius. Pasien yang datang dipersilakan duduk di bangku kayu yang ia siapkan di teras rumahnya.

Dibantu oleh anak Mahfudz, pasien dipangku dan dipegangi dalam keadaan sudah membuka celana. Dalam hitungan menit, Mahfudz menuntaskan pengerjaan khitan berbekal seperangkat alat penjepit dan pemotong.

"Kalau dokter, disuntik dulu (dibius), digunting, dijahit. Itu kontradiksi perbedaannya saya dengan dokter, bertolak belakang. Kalau dokter setelah khitan keluar darah, bingung kenapa kan sudah dibius, dijahit. Kalau saya tradisional, langsung saja. Dibuka, ambil ujungnya, dijepit, langsung potong. Makanya singkatannya Sipitung (Jepit, Potong Ujung)," terang Mahfudz.

Dengan 'disclaimer' tidak mau dibanding-bandingkan dengan metode sunat medis, Mahfudz menyebut waktu pemulihan pasca sunat dengan metode tradisional ini berdasarkan pengalaman relatif singkat.

Sunat Bengkong Betawi 'Si Pitung'Sunat Bengkong Betawi 'Si Pitung' Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth

Kok bisa sunat tradisional malah lebih cepat sembuh? Simak penjelasannya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2