Jumat, 04 Jun 2021 16:15 WIB

Sunat Tanpa Bius ala Bengkong Betawi, Benarkah Pakai Mistis?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sunat Bengkong Betawi Si Pitung Perlengkapan sunat bengkong Betawi (Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth)
Jakarta -

Keberadaan tukang sunat tradisional, khususnya di ibukota, kini memang bisa dihitung pakai jari. Namun di tengah makin beragamnya metode sunat medis, sunat tradisional ala Bengkong Betawi masih eksis memberikan alternatif yang lebih ekonomis.

Sunat yang dilakukan para Bengkong tidak menggunakan bius seperti halnya sunat medis. Beredar cerita, mereka menggunakan unsur mistis sebagai penangkal rasa sakit. Benar nggak sih?

Berpraktik di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Haji Mahfudz Zayadi sudah sejak 1989 menjadi 'Bengkong' alias tukang sunat ala Betawi. Ketrampilan menyunat ia peroleh secara turun temurun dari sang buyut. Tanpa menggunakan bius, ilmu keluarga Mahfudz dipercaya bisa menyunat penis laki-laki beragam usia hanya dalam hitungan menit.

Kini ia masih rutin menyunat. Pasien biasa mendatangi rumahnya di kawasan Mampang Prapatan, atau sesekali Mahfudz mendatangi rumah pasien di kawasan Jakarta dan sekitarnya.

"Nanti kalau bilang cepat, jadi takabur. Ya itu di pagar tulisannya ada, Insyaallah nggak sampai 2 menit. Tapi itu saya anggap lama. Ya begitulah kerja saya tradisional," kata Mahfudz sembari tertawa saat ditemui di Jakarta, Jumat (4/6/2021).

Menurutnya, luka penis pada sunat tradisional memang cenderung lebih cepat kering dibandingkan sunat medis. Pasalnya, penis pada sunat tradisional tidak ditutup kain atau klem sebagaimana pada sunat medis. Lantaran luka dibuka begitu saja, penis lebih cepat kering karena tertiup angin secara alami.

Sunat Bengkong Betawi 'Si Pitung'Sunat Bengkong Betawi 'Si Pitung' Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth

Jauh dari unsur mistis

Sakit saat disunat, baik dalam teknik medis atau tradisional, bagi Mahfudz adalah keniscayaan. Namun perihal pemulihan, Mahfudz tak menjanjikan proses yang 'instant' dalam sunat tradisional. Pasalnya, kecepatan pemulihan bergantung pada kondisi psikis dan fisik tiap pasien.

"Ada yang 4 hari, 5 hari. 2 hari ada? Ada. Yang besoknya pagi-pagi sudah main, ada juga. Kembali ke fisik si anak. Ada yang hyper, atau orang Betawi bilangnya gringsingan, nggak bisa diam," katanya.

"Kalau anaknya manja, bisa sampai 10 harian. Yang sakit bagian mana, dipegang yang mana, dia teriak. Ini minta, itu minta. Makanya saya sering ngetawain. Darahnya sudah berhenti, bisa jalan, mau kencing saja takut," sambung Mahfudz.

Meski kiprahnya sebagai Bengkong berkait erat dengan budaya Betawi, Mahfudz meyakini prosesi sunat memang dianjurkan dalam Islam. Terlepas dari hal-hal berbau mistis, ia percaya sunat bisa mencegah kondisi penis dari kondisi kotor dan tak sehat.

"Namanya (penis) utuh, dibuang kulitnya ya perih. Saat itu paling nggak sampe 5 menit, sudah. Pokoknya darahnya berhenti, sudah tenang. Nggak ada masalah. Sakitnya itu kalau sebelum sunat anak sudah ketakutan," pungkas Mahfudz.



Simak Video "Sunat ala 'Bengkong' Betawi, Prosesnya Diklaim Cuma 2 Menit"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)