Selasa, 08 Jun 2021 18:54 WIB

Bolehkah Ibu Hamil Vaksin COVID-19? Ini Hasil-hasil Riset Para Ahli

Ardela Nabila - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Vaksinasi COVID-19. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Seiring dengan berjalannya vaksinasi COVID-19, kini sasaran vaksin tidak hanya terbatas pada lansia. Bahkan, target vaksinasi tahap ketiga saat ini menyasar masyarakat umum yang berada di zona merah. Namun, bolehkan ibu hamil vaksin COVID-19?

Sebelumnya, wanita hamil tidak dilibatkan dalam uji klinis. Oleh karenanya, banyak pihak yang dibuat ragu akan efektivitas vaksin COVID-19 pada ibu hamil. Padahal, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), wanita hamil lebih rentan mengalami gejala parah apabila terinfeksi virus Corona daripada wanita yang tidak hamil.

Sayangnya, hingga saat ini data terkait keamanan vaksin COVID-19 pada wanita hamil masih terbatas. Meski demikian, CDC mengumumkan pada April lalu bahwa mereka merekomendasikan orang hamil menerima vaksin COVID-19.

Hal tersebut berdasarkan studi di The New England Journal of Medicine yang dilakukan terhadap 35,691 orang wanita berusia 16-54 tahun yang mendapatkan vaksin Pfizer dan Moderna. Dengan demikian, terkait pertanyaan bolehkah ibu hamil vaksin COVID-19 atau tidak, maka jawabannya adalah boleh.

Studi tersebut menemukan bahwa vaksin COVID-19, Pfizer dan Moderna, aman untuk ibu hamil dan bayinya. Menurut dr Anne Schuchat dari CDC, wanita hamil harus mendapatkan akses untuk mendapatkan vaksin karena mereka lebih rentan mengalami komplikasi jika terinfeksi.

"Wanita hamil yang terkena COVID-19 memiliki pengalaman yang lebih buruk dari wanita yang tidak hamil. Mereka membutuhkan lebih banyak waktu di ICU dan lebih berisiko mengalami komplikasi, termasuk kematian," ujar dr Schuchat, dikutip dari NBC Chicago, Selasa (8/6/2021).

dr Schuchat turut menjelaskan bahwa wanita yang sedang menyusui bisa memberikan antibodi yang didapat usai vaksinasi kepada bayinya melalui ASI. Oleh sebab itu, vaksinasi menjadi sangat penting didapatkan oleh kelompok ini.

Di samping pernyataan bolehkah ibu hamil vaksin COVID-19, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter terlebih dahulu sebelum divaksin. Sebab, terdapat sejumlah faktor lainnya yang harus dipertimbangkan.



Simak Video "Kemenkes Ungkap Kemungkinan Ibu Hamil Dapat Vaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)