Selasa, 15 Jun 2021 09:58 WIB

Waspada, Ini Cara Hipertensi Bisa Sebabkan Kematian Menurut WHO

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
ukur tekanan darah Tekanan darah tinggi atau hipertensi disebut sebagai silent killer (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi penyebab utama kematian dini di dunia. Penyakit ini juga dirasakan oleh pebulutangkis peraih emas olimpiade 2008 Markis Kido sebelum wafat.

Menurut WHO, ada sekitar 1,13 miliar orang di dunia yang mengidap hipertensi. Sebagian besar adalah mereka yang tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

"Pada tahun 2015, 1 dari 4 pria dan 1 dari 5 wanita menderita hipertensi. Sementara hanya kurang 1 dari 5 orang yang hipertensinya terkontrol," ujar WHO dalam laman resminya.

Bagaimana hipertensi bisa menyebabkan kematian?

WHO menjelaskan hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada jantung. Selain itu, penyakit ini juga bisa meningkatkan risiko stroke dan gagal ginjal.

Berikut sejumlah komplikasi yang dapat muncul akibat hipertensi.

  • Nyeri dada atau angina
  • Serangan Jantung, yang terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat dan sel-sel otot jantung mati karena kekurangan oksigen. Semakin lama aliran darah tersumbat, maka semakin besar pula kerusakan yang terjadi pada jantung
  • Gagal jantung, yang terjadi ketika jantung tak lagi dapat memompa cukup darah dan oksigen ke organ tubuh vital lainnya
  • Detak jantung yang tidak teratur akibat hipertensi juga bisa menyebabkan kematian mendadak
  • Aliran darah dan oksigen yang terhambat ke ke otak karena hipertensi dapat memicu terjadinya stroke
  • Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang berujung pada gagal ginjal.

Berbagai macam penyakit tersebut tentu bisa sangat berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, mulai dari sekarang lakukanlah pengecekan tekanan darah secara rutin setidaknya dua tahun sekali setelah berusia di atas 18 tahun dan terus menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari hipertensi.

Pasalnya, hipertensi seringkali tak bergejala dan keluhannya baru muncul ketika penyakit tersebut sudah semakin parah. Hipertensi dapat didiagnosis apabila tekanan darah sistolik berada di kisaran 130-139 mmHg dan diastolik berkisar di antara 80-89 mmHg.



Simak Video "Olahraga Sebabkan Kematian?"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)