Senin, 28 Jun 2021 10:15 WIB

Setiap Pekan 2 Anak RI Meninggal karena Corona, Waspadai Gejala COVID-19 Ini

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Lonjakan COVID-19 yang saat ini terjadi di Indonesia tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut setidaknya dua anak di Indonesia meninggal karena COVID-19. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga menjadi korban dari pandemi COVID-19. Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), FAAP, setidaknya ada dua anak di Indonesia yang meninggal setiap pekan karena terinfeksi virus Corona.

"Setiap minggu ada dua anak yang meninggal," kata dr Aman dalam webinar yang disiarkan di kanal YouTube Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI), Sabtu (26/6/2021).

dr Aman menjelaskan angka tersebut didapat dari data yang dihimpun oleh jejaring dokter anak di seluruh Indonesia sejak 14 pekan lalu. Kemudian yang paling banyak meninggal adalah kelompok balita, yakni di atas 50 persen.

"Yang menyedihkan lagi, yang paling banyak meninggal ini adalah balita di atas 50 persen dan 30 persen ini adalah anak 10-18 tahun," ujarnya.

Berikut rincian persentase kasus kematian Corona pada anak menurut dr Aman.

  • Usia 0-28 hari: 16 persen
  • Usia 29 hari-11 bulan 29 hari: 22 persen
  • Usia 1-5 tahun 11 bulan 29 hari: 21 persen
  • Usia 6-9 tahun 11 bulan 29 hari: 11 persen
  • Usia 10-18 tahun: 30 persen.

Sebelumnya dr Aman mengatakan bahwa saat ini proporsi kasus Corona pada anak di Indonesia adalah 12,5 persen. Artinya, 1 dari 8 kasus konfirmasi positif COVID-19 adalah anak-anak.

Perlu diketahui, total kasus Corona di Indonesia hingga saat ini ada sebanyak 2.115.304 kasus.

"Jadi kalau ada seluruh dari 2 juta ini, harusnya kita ada 200.000-an penderita anak pada saat ini. Tapi, yang terdaftar di IDAI hanya 100.000-an. Jadi berarti banyak sekali anak ini belum terdeteksi dan bisa tiba-tiba datang ke IGD parah dan meninggal," jelas dr Aman.

Apa saja gejala COVID-19 pada anak?

Ada beberapa gejala yang paling banyak dirasakan oleh anak ketika terinfeksi virus Corona. Dengan mengetahui sejumlah gejala ini, para orang tua bisa segera melakukan tindakan yang tepat untuk kesehatan sang buah hati.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman kepada 1.973 pasien Corona di bawah usia 18 tahun, batuk menjadi gejala COVID-19 yang paling banyak dirasakan anak-anak.

Berikut rinciannya:

  • Batuk: 57,4 persen
  • Kelelahan: 39,7 persen
  • Demam: 36,8 persen.

Hanya 15 kasus saja yang mengalami gejala berat seperti sesak napas, sebagian besar tidak mengalami gejala apa pun. Penelitian ini dilakukan berdasarkan data dari 190 rumah sakit di sejumlah provinsi di Indonesia.



Simak Video "Imbas Rendahnya Testing COVID-19 Pada Anak di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)