Sabtu, 03 Jul 2021 05:57 WIB

Round Up

Untuk Terapi Saja Masih Uji Klinis, Stop Borong Ivermectin untuk Cegah Corona!

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Tingginya kasus Corona (COVID-19) di Indonesia membuat permintaan obat-obatan dan vitamin meningkat. Warga rela antre ke apotek demi membeli kebutuhan. Ivermectin jadi buruan di sejumlah apotek gara-gara broadcast yang menyebut obat cacing ini bisa untuk cegah COVID-19 (Foto: Andhika Prasetia)
Jakarta -

Gara-gara broadcast viral, Ivermectin jadi buruan di mana-mana. Ketika apotek tidak mau jual jika tidak menyertakan resep dokter, ramai-ramai orang belanja secara ilegal di lapak online.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengingatkan, Ivermectin adalah obat keras yang artinya hanya bisa dibeli dan digunakan atas resep dan petunjuk dokter. Sementara itu, broadcast viral yang tidak jelas sumbernya menyebut Ivermectin bisa dikonsumsi untuk mencegah virus Corona COVID-19.

"Sangat tidak direkomendasikan penggunaan untuk pencegahan COVID-19 menggunakan obat Ivermectin," kata Ketua Komite Pencegahan COVID-19 IAI Prof Apt Keri Lestari Dandan, S.Si, M.Si, Jumat (2/7/2021).

Prof Keri mengingatkan, Ivermectin sebagai obat cacing hanya dikonsumsi satu kali dalam satu tahun. Bila dikonsumsi sembarangan secara rutin dalam jangka panjang gara-gara tergiur klaim bisa mencegah COVID-19, maka risiko efek samping Ivermectin harus diperhitungkan.

Saat ini, Ivermectin telah mengantongi izin dari BPOM untuk menjalani uji klinis sebagai antivirus di 8 rumah sakit yang menangani COVID-19. Namun ditegaskan, Ivermectin dalam uji klinis tersebut digunakan sebagai terapi dan bukan pencegahan.

Ketua IAI Apt Drs Nurul Falah Eddy Pariang mengingatkan para apoteker untuk tidak sembarangan menjual Ivermectin maupun obat keras yang yang belakangan viral sebagai 'obat COVID-19'. Obat-obat yang dikategorikan Obat Keras hanya bisa dibeli dengan resep dokter dan punya risiko efek samping bila dikonsumsi asal-asalan.



Simak Video "Larangan Keras BPOM soal Promosi Ivermectin sebagai Obat COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)