Senin, 12 Jul 2021 17:00 WIB

Dikritik Keras, Menkes Buka-bukaan Alasan Buka Opsi Vaksinasi Berbayar

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18/4/2021). Sebanyak enam juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac yang dibawa dengan pesawat Garuda Indonesia tersebut, selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke Kota dan Kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal/aww. Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL
Topik Hangat Vaksin Corona Berbayar
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) membuka opsi vaksinasi gotong royong individu. Berbeda dengan program lainnya, masyarakat yang mengikuti vaksinasi gotong royong individu dibebankan sejumlah biaya, baik untuk vaksin dan jasa penyuntikan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin membeberkan alasan vaksin gotong royong diperluas sampai individu. Salah satu alasannya adalah agar perusahaan kecil juga bisa memberikan vaksin Corona kepada pekerjanya.

Menkes mengatakan masih banyak pengusaha kecil yang belum bisa mendapat akses vaksinasi gotong royong melalui Kamar Dagang Indonesia (KADIN).

"Prinsipnya membuka opsi yang luas bagi yang ingin mengambil vaksin gotong royong baik melalui perusahaan maupun individu," katanya dalam jumpa pers daring di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (12/7/2021).

Selain itu, Menkes mengatakan program vaksinasi gotong royong individu ini juga ditujukan bagi warga negara asing (WNA) yang tinggal di Indonesia.

"Ada juga beberapa warga negara asing yang sudah tinggal di Indonesia dan mereka ingin mendapatkan akses ke vaksin GR itu yg individu," ungkapnya.

Vaksin Corona berbayar dikritik sejumlah pihak

Rencana pemerintah untuk membebankan biaya dalam pelaksanaan vaksinasi gotong royong individu dikritik sejumlah pihak. Banyak yang mendesak pemerintah mengkaji ulang kebijakan vaksinasi gotong royong individu sebab memicu polemik di masyarakat yang tak kunjung usai.

Terlebih salah satu alasannya adalah untuk mempercepat herd immunity COVID-19. Alasan dibukanya vaksin gotong royong individu untuk mencapai herd immunity Corona dinilai tidak benar karena akan mempermudah akses pada masyarakat dengan ekonomi ke atas dan kerjasama dengan perusahaan swasta.

Pakar epidemiologi Pandu Riono, Irma Handayani, pendiri Lapor COVID-19, hingga guru besar bidang sosiologi bencana Universitas Teknologi Nanyang Singapura Prof Sulfikar Amir, membuka petisi soal penolakan dan pembatalan vaksin Corona berbayar.

"Rencana pemerintah untuk memperbolehkan vaksinasi mandiri akan menyebabkan ketimpangan yang tinggi dan justru dapat memperpanjang pandemi," demikian narasi dalam petisi yang sudah ditandatangani lebih dari 7 ribu orang, per Senin (12/7/2021).



Simak Video "Awal Mula Tercetusnya Vaksin Gotong Royong"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)
Topik Hangat Vaksin Corona Berbayar