Senin, 12 Jul 2021 18:23 WIB

3 Jam Berkeliling Hindari Penyekatan demi Vaksin Berbayar, Ternyata Ditunda

Ari Purnomo - detikHealth
Vaksin berbayar di Kimia Farma Sukoharjo Apotek Kimia Farma Sukoharjo (Foto: Ari Purnomo/detikHealth)
Solo -

Adanya informasi mengenai pelaksanaan vaksin gotong royong individu berbayar rupanya menarik minat sebagian warga yang bersedia membayar untuk bisa mendapatkan vaksin. Salah satunya adalah Anggara.

Sebut saja Anggara, pria 39 tahun asal Karanggede, Boyolali, yang rela jauh-jauh datang ke Sukoharjo untuk mencari lokasi vaksinasi gotong royong individu di apotek Kimia Farma (KF) Sukoharjo. Dengan adanya penutupan jalan di sejumlah titik, membuat Anggara harus berputar-putar mencari jalan yang bebas dari penyekatan.

Karena tidak begitu paham dengan jalur yang dilewati, Anggara yang pagi itu datang bersama sang istri Nurlaila (36) harus menghabiskan waktu berjam-jam hingga sampai di lokasi.

"Tadi sudah keliling dua sampai tiga jam, tapi sampai di sini ternyata tidak bisa vaksin karena ditunda," ujar Anggara saat ditemui detikcom di depan apotek.

Anggara yang selama ini berkecimpung di industri sawit di Sumatera tidak mempermasalahkan jika harus membayar vaksin dengan harga mencapai Rp 870an.

"Ke sini tadi mau daftar vaksin karena harus melakukan perjalanan darat ke Sumatera. Salah satu syarat wajibnya kan harus vaksin dulu, minimal vaksin pertama," tuturnya.

Rencananya, kata Anggara, dirinya bersama sang istri akan vaksin dan setelah itu bisa kembali ke Sumatera untuk melanjutkan bisnisnya.

"Sudah tiga minggu di sini, mau balik lagi ke Sumatera. Tidak apa-apa harus bayar Rp 1,7 jutaan untuk dua orang, karena tidak ada pilihan," ucapnya.

Kalau harus menunggu, lanjutnya, vaksin gratis di desa belum tahu kapan akan mendapat giliran. Sementara, dirinya harus sesegera mungkin kembali ke Sumatera.

"Di desa itu belum tahu kapan, karena prioritas masih untuk lansia. Yang usia di bawah itu belum tahu," ungkapnya.

Kekecewaan juga dirasakan oleh Ika. Perempuan 48 tahun itu sudah muter-muter mencari informasi mengenai vaksin berbayar ini.

"Saya coba mencari informasi mulai dari pegawai apotek, lalu ke KF mobile, pakai website saya coba sampai sekarang tidak bisa, call center jawabannya cuma komputer itu saja," ucapnya.

Dia pun harus datang ke apotek untuk memastikan program vaksin berbayar ini. Dengan kondisi melonjaknya kasus COVID-19, Ika mengaku tidak masalah jika harus mengeluarkan uang pribadi untuk bisa vaksin.

"Dari kemarin sudah cari info sudah muter-muter karena situasi seperti ini ikhtiarnya dengan vaksin, mudah mudahan bisa memperlambat, kalau bayar tidak masalah," pungkasnya.

Seperti diketahui, program vaksinasi gotong royong 'berbayar' untuk individu telah menuai pro-kontra. Kimia Farma akhirnya memutuskan untuk menunda program yang sedianya mulai dilaksanakan hari ini tersebut.



Simak Video "Kabar Terbaru soal Progres Vaksin Gotong Royong"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)