Kamis, 15 Jul 2021 16:43 WIB

Terbaru! Oseltamivir-Azithromycin Kini Tak Wajib untuk Isoman COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Tingginya kasus Corona (COVID-19) di Indonesia membuat permintaan obat-obatan dan vitamin meningkat. Warga rela antre ke apotek demi membeli kebutuhan. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Dalam revisi protokol tatalaksana COVID-19 yang dirilis sejumlah organisasi profesi, ada perubahan 'obat' COVID-19 yang diberikan pada pasien Corona bergejala ringan. Seperti obat oseltamivir dan azithromycin yang tidak lagi masuk dalam anjuran rutin 'obat' terapi COVID-19 saat isolasi mandiri.

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Dr dr Sally Aman Nasution, SpPD K-KV FINASIM, FACP, penggunaan oseltamivir hanya akan diberikan jika pasien juga mengalami infeksi influenza. Sementara, data penggunaan azithromycin tak terbukti memiliki efek antiinflamasi yang cukup kuat.

"Untuk oseltamivir dan azithromycin sebenarnya masih ada tapi dimasukkan pada terapi tambahan. Jadi tidak rutin diberikan," jelas Dr Sally kepada detikcom lewat pesan singkat, Kamis (15/7/2021).

"Oseltamivir diberikan kalau bersamaan dengan infeksi Influenza. Sedangkan Azitromisin, ada beberapa data yang menunjukkan bahwa hanya kecil persentasenya yang membutuhkan antibiotika, dan efek antiinflamasinya ternyata tidak terlalu kuat buktinya," sambungnya.

Seperti diketahui, kedua obat tersebut juga berada di dalam paket obat gratis yang didapat dari layanan telemedicine kerja sama Kementerian Kesehatan RI dan 11 platform antara lain YesDok, GetWell, ProSehat, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, Good Doctor, SehatQ, dan Alodokter.

Adalah Paket B, yang diberikan untuk pasien dengan gejala ringan.

Daftar isi paket seperti berikut:

  • Multivitamin (C, D, E, dan zinc) dengan dosis 1x1 sejumlah 10
  • Parasetamol tab 500 mg sejumlah 10, dikonsumsi hanya jika diperlukan.
  • Azltromisin 500 mg dengan dosis 1x1 sejumlah 5
  • Oseltamivir 75 mg dengan dosis 2x1 sejumlah 14

dr Sally menilai revisi tersebut nanti akan menyesuaikan karena baru dirilis. Sementara bagi mereka yang sudah terlanjur mendapatkan oseltamivir maupun azithromycin aman-aman saja menggunakan kedua obat tersebut.

"Menurut saya karena revisi ini baru keluar, nanti disesuaikan saja," pungkasnya.



Simak Video "Penjelasan Dokter Soal Penggunaan Obat Oseltamivir Bagi Pasien Corona di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)