Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan vaksin COVID-19 yang dijual bebas adalah produksi Sinovac dan Sinopharm. Masyarakat bisa mulai membeli vaksin Sinovac tanggal 1 Agustus setelah pemerintah menerima total pengiriman 15 juta dosis.
Sebelumnya Malaysia dilaporkan berencana berhenti memakai vaksin Sinovac bila dosisnya sudah habis. Ke depannya vaksin yang akan digunakan sebagian besar dari Pfizer.
Jamaluddin menegaskan tidak ada masalah terkait efikasi vaksin Sinovac.
"Efikasi vaksin Sinovac tidak bermasalah," kata Jamaluddin seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (17/7/2021).
Baca juga: Vaksinasi Berbayar Indonesia Dikritik WHO! |
Lihat juga Video: Malaysia Perpanjang Lockdown, Ini Kata Warganya
Simak Video "Video: Apakah Hantavirus akan Jadi Pandemi Seperti Covid-19?"
(fds/fds)