Minggu, 25 Jul 2021 17:00 WIB

Kondisi Terkini India Usai 'Diserang' Varian Delta yang Lebih Menular

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sejumlah warga di India bersikeras menghadiri festival atau tradisi tahunan Rath Yatra ke-144 meski tengah dibayangi ancaman gelombang Covid-19 ketiga. Kondisi terkini India setelah dihantam varian Delta. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Virus Corona varian Delta pertama kali terdeteksi di India pada Oktober lalu dan menyebabkan gelombang kedua besar kasus COVID-19 di negara itu. Sejak itu, varian Delta, jenis Corona yang sangat menular telah menyebar secara global.

Varian tersebut telah menggantikan varian Alpha yang sebelumnya dominan, pertama kali terdeteksi di Inggris pada musim gugur yang lalu, dan telah memicu gelombang infeksi lebih lanjut di Eropa dan peningkatan kasus di AS dan hampir seluruh dunia.

Dalam laporan mingguan terbaru, WHO mencatat bahwa pada 20 Juli, prevalensi varian Delta di antara spesimen yang diurutkan selama empat minggu terakhir melebihi 75 persen di banyak negara di seluruh dunia termasuk Australia, Bangladesh, Botswana, Cina, Denmark, India, Indonesia, Israel, Portugal, Rusia, Singapura, Afrika Selatan, dan Inggris.

Kondisi terkini India setelah dihantam tsunami COVID-19 akibat varian Delta

Data menunjukkan kondisinya masih belum membaik, namun tidak seburuk ketika gelombang kedua memuncak di negara itu, ketika kasus baru setiap hari lebih dari 400 ribu. India juga kala itu mencatat rekor kematian sehingga membuat jenazah menumpuk di krematorium.

Untungnya, kasus telah menurun secara signifikan sejak saat itu. Pada hari Kamis (22/7/2021), India melaporkan 41.383 infeksi virus corona baru dan 507 kematian baru, Kementerian Kesehatan India mencuit.

Hanya saja, India masih memiliki jumlah kasus COVID-19 tertinggi kedua di dunia, menurut data Johns Hopkins, dengan lebih dari 31,2 juta kasus dan hampir 419.000 kematian.

Ada beberapa strategi yang dilakukan India untuk melandaikan kurva kasus. Saat kasus melonjak, India dengan segera mengambil langkah untuk melakukan pembatasan antar wilayah negara bagian.

Dikutip dari CNBC Internasional, pakar kesehatan masyarakat mengatakan bahwa penguncian regional, mengurangi interaksi sosial, membantu menurunkan tingkat infeksi di India. Vaksinasi juga telah membantu melanjutkan tren penurunan kasus.

Hanya saja, Chandrakant Lahariya, seorang dokter yang berbasis di New Delhi yang juga ahli vaksin, kebijakan publik dan sistem kesehatan, mengatakan kepada CNBC bahwa India belum keluar dari masalah.

Lahariya percaya bahwa lebih banyak varian akan muncul saat pandemi berlanjut.

"Kita harus bersiap untuk varian yang lebih banyak, sampai pandemi dinyatakan berakhir. Di mana varian itu akan muncul selanjutnya, tidak ada yang tahu," katanya.



Simak Video "Jumlah Virus Varian Delta 1620 Kali Lebih Tinggi dari Varian Biasa"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)