Selasa, 10 Agu 2021 14:36 WIB

China Laporkan Kasus Pneumonia Antraks Mematikan di Tengah Pandemi COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
ilustrasi antraks Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

China melaporkan seorang pasien yang terinfeksi pneumonia antraks di Kota Chengde, Provinsi Hebei Utara. Diketahui pasien tersebut memiliki riwayat kontak dengan sapi, domba, dan produk yang berasal dari hewan tersebut.

Dikutip dari Global Times, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Beijing (CDC Beijing) mengumumkan bahwa pasien tersebut langsung dibawa ke Beijing dengan ambulans empat hari lalu setelah menunjukkan beberapa gejala.

Antraks merupakan penyakit yang mematikan jika tidak ditangani dengan benar. Bakteri penyebab antraks, Bacillus anthracis, menurut sebuah artikel di Science Focus pernah dikembangkan menjadi senjata biokimia yang digunakan Jepang pada Perang Dunia II.

Umumnya, penyakit antraks ditemukan pada sapi dan domba. Manusia biasanya terinfeksi setelah melakukan kontak, seperti bersentuhan dengan hewan yang sakit atau produk yang terkontaminasi.

"Cara penularan yang paling umum, 95 persen dari kulit, yang dapat menyebabkan lecet dan nekrosis kulit," kata CDC Beijing.

Namun, pneumonia antraks ini adalah penyakit yang paling berbahaya. Ini bisa terjadi jika seseorang menghirup debu yang mengandung Bacillus anthracis dan kemudian terinfeksi.

Selain itu, manusia juga bisa terkena antraks usus yang terjadi jika mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi, biasanya daging. Beberapa gejala yang muncul seperti mual, muntah, dan diare.

Penyakit antraks ini bisa ditularkan langsung antar manusia, tetapi tidak menular seperti flu atau COVID-19. Biasanya, penyakit ini diatasi dengan antibiotik, karena Bacillus anthracis ini termasuk bakteri.



Simak Video "China Kembali Diamuk Corona, Timbul Klaster Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)