Minggu, 15 Agu 2021 12:07 WIB

Bakal Dipakai Jerinx, Semanjur Apa Vaksin Sinovac 'Tangkal' Corona?

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Jerinx tiba di Polda Metro, Jumat (13/8/2021) malam, ditemani Nora Alexandra, istrinya. (Yogi/detikcom) Jerinx tiba di Polda Metro ditemani Nora Alexandra, istrinya (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Lewat akun Instagram yang baru, musisi kontroversial I Gede Ari Astina alias Jerinx memutuskan untuk divaksinasi menggunakan vaksin Sinovac. Keputusan untuk vaksin ini ia ambil setelah berkonsultasi dengan seorang virolog, drh Indro.

"Balik ke vaksin, setelah baca2 ilmu dan diskusi dengan virolog Dr Indro (Link utk kontak beliau ada di bio saya) - saya putuskan besok akan mengambil vaxx (vaksin) Sinovac," tulis Jerinx dikutip dari akun instagrammnya @true_jrx, Minggu (15/8/2021).

Dikatakan, dokter Indro berhasil meyakinkan Jerinx bahwa kondisinya aman untuk divaksinasi. Vaksin Sinovac juga disebut Jerinx aman bagi pemilik riwayat medis seperti dia.

Soal efektivitas, Kementerian Kesehatan RI juga telah menerbitkan hasil penelitiannya mengenai efektivitas vaksin Sinovac. Penelitian ini dilakukan terhadap 71.455 tenaga kesehatan di DKI Jakarta meliputi perawat, bidan, dokter, teknisi, dan tenaga umum lainnya sepanjang periode Januari-Juni 2021.

Penelitian ini mengamati kasus konfirmasi positif COVID-19, perawatan, dan kematian karena COVID-19 pada tiga kelompok tenaga kesehatan yaitu mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama, vaksinasi lengkap (dosis kedua), dan yang belum divaksinasi. Para tenaga kesehatan yang menjadi responden mayoritas mendapatkan vaksin Sinovac.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19, dr Siti Nadia Tarmidzi, M.Epid mengatakan, pada periode April-Juni 2021, 5 persen tenaga kesehatan yang divaksinasi lengkap dilaporkan terkonfirmasi COVID-19.

Angka ini lebih besar dibandingkan dengan tenaga kesehatan yang terkonfirmasi COVID-19 pada periode Januari-Maret 2021 yang jumlahnya hanya 0,98 persen.

Meski angka positifnya naik, angka tenaga kesehatan yang harus dirawat jauh lebih rendah. Dari mereka yang dirawat, sebanyak 0,17 persen telah divaksinasi dan 0,35 persen belum divaksinasi.

"Hal ini menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 yang saat ini digunakan efektif terhadap mutasi virus COVID-19," ujar dr Nadia.

Temuan selengkapnya tentang efektivitas vaksin COVID-19 adalah sebagai berikut:

Pada periode Januari-Maret, proporsi nakes yang mendapat perawatan karena COVID-19 adalah sebagai berikut:

  • 12 persen belum vaksin
  • 19,3 persen baru vaksin pertama
  • 18 persen sudah vaksin lengkap

Sedangkan para periode April-Juni, proporsi nakes yang mendapat perawatan adalah:

  • 24 persen belum vaksin
  • 8,1 persen vaksin pertama
  • 3,3 persen vaksin lengkap

"Sepanjang Januari sampai Juni, tercatat 20 tenaga kesehatan meninggal akibat COVID-19 dan sebagian besar yaitu 75 persen kematian adalah yang belum mendapat vaksinasi atau baru mendapat vaksinasi dosis pertama," papar dr Nadia.

Proporsi fatalitas pada periode Januari-Maret adalah:

  • 0,68 persen belum vaksin
  • 0,3 persen vaksin pertama
  • 0,2 persen vaksin lengkap

Sedangkan proporsi fatalitas pada periode April-Juni adalah:

  • 2,5 persen belum vaksin
  • 1,85 persen vaksin pertama
  • 0,16 persen vaksin lengkap


Simak Video "Cara Kerja Vaksin COVID-19 di Tubuh Anak-anak dan Orang Dewasa"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)