Selasa, 17 Agu 2021 06:30 WIB

Yuk, Bisa Yuk! Tinggal Tersisa 3 Zona Merah COVID-19 di Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikHealth
Seorang tukang becak menanti penumpang di kawasan wisata Cagar Budaya Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/7/2021). Pemerintah berencana menerapkan PPKM Darurat pada 3 - 20 Juli mendatang di 48 Kabupaten/Kota berstatus pandemi level 4 dan 74 Kabupaten/Kota berstatus pandemi level 3 di Pulau Jawa dan Bali, dengan sejumlah aturan pengetatan aktivitas masyarakat di tempat publik guna menurunkan penambahan kasus aktif COVID-19. ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww. Foto: ANTARA FOTO/AJI STYAWAN
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut kondisi Jateng terkait pandemi COVID-19 mulai membaik. Dari data indikator epidemologis, hanya 3 daerah dari 35 Kabupaten Kota yang masih merah.

Ganjar mengatakan saat ini angka kematian per hari mulai turun sejak puncaknya bulan Juli 2021, namun masih tinggi. Meski demikian angka positivity rate di Jateng turun dari minggu ke-31 yakni 26,07 persen menjadi 21,20 persen di minggu ke-32.

"BOR saat ini untuk ICU sebesar 55,04 persen, turun dari pekan sebelumnya 62,02 persen. Untuk BOR isolasi juga menurun, dari 43,62 persen minggu ke-31 saat ini menjadi 35,16 persen," kata Ganjar di rumah dinasnya, Senin (16/8/2021).

Ganjar kemudian menjelaskan soal zonasi kasus COVID-19. Saat ini Klaten, Cilacap, Banyumas dan Temanggung yang kenaikannya cukup tinggi. Jika dilihat tingkat kabupaten Kota, Ganjar menyebut tidak ada lagi zona merah, namun untuk cakupan lebih detail yaitu kecematan ada kelurahan, masih ditemukan zona merah.

"Kalau kita pakai asessment level, hanya ada satu daerah yang merah yakni Kota Magelang. Lainnya sudah orange bahkan ada yang kuning yakni Demak. Kalau kita pakai data kita, indikator epidemologis, belum ada yang kuning, orange semuanya. Yang merah hanya Wonogiri, Kabupaten Magelang dan Banyumas masih merah. Kecamatannya hanya sedikit, kalau dilihat perdesa sudah banyak yang hijau," jelasnya.

Meski demikian Ganjar meminta agar masyarakat tidak lengah karena pandemi masih ada.

"Kita harus tetap waspada ya," tegasnya.

Ganjar juga menyinggung soal data karena sebelumnya ada perbedaan data antara Kabupaten Kota, Provinsi, dan pusat. Maka dilakukan fitting data dan sudah ada beberapa daerah yang sesuai.

"Dan sudah ada kabupaten yang benar-benar sesuai datanya dengan pusat, yakni Banjarnegara, Kendal, Kota Magelang dan Pemalang. Baru empat itu yang sudah sesuai, maka yang lainnya akan terus kita dorong untuk perbaikan," ucapnya.

Sementara itu dari data laman https://corona.jatengprov.go.id/ disebutkan kasus aktif COVID-19 di Jateng sampai pukul 12.00 WIB siang tadi mencapai 17.937 kasus. Untuk total yang terkonfirmasi dari awal pandemi yaitu 450.926 kasus, sembuh 404.087 kasus, meninggal 28.902 kasus, suspek 10.655 kasus.



Simak Video "Daftar Negara yang Larang Masuk Penerbangan dari Afrika"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/up)