Selasa, 24 Agu 2021 09:35 WIB

Ahli Peringatkan Bakal Ada Varian 'COVID-22', Varian Apa Lagi Itu?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jakarta -

Di tengah pandemi COVID-19 yang belum kunjung usai, seorang ahli memperingatkan kemunculan varian baru yang dijuluki 'COVID-22'. Varian ini disebut-sebut bisa lebih berbahaya daripada varian Delta yang kini mendominasi di dunia.

Profesor imunologi bernama Prof Sai Reddy tersebut mengingatkan kemungkinan munculnya varian baru pada tahun 2022 mendatang yang bisa menimbulkan risiko besar. Menurutnya, tidak bisa dihindarkan bahwa jika varian yang ada saat ini seperti Delta, Beta, dan Gamma akan bergabung dan membentuk strain baru.

"COVID-22 bisa lebih buruk dari apa yang kita lihat sekarang. Jika varian seperti itu muncul, kita harus mengenalinya sedini mungkin dan produsen vaksin harus mengadaptasi vaksin dengan cepat," kata Prof Reddy yang dikutip dari The Sun, Selasa (24/8/2021).

"Kemunculan varian baru ini risikonya besar. Kita harus bersiap menghadapinya," lanjutnya.

Prof Reddy mengatakan varian Delta atau ia sebut dengan 'COVID-21' saat ini menjadi varian yang paling menular. Tetapi, menurutnya varian ini tidak memiliki 'mutasi pelarian', yang membuatnya bisa menghindari sistem kekebalan.

Beberapa varian yang bisa lolos dari sistem kekebalan, seperti varian Beta, bisa membuat vaksin menjadi kurang efektif dan mungkin butuh perubahan agar bisa melindungi populasi. Menurut Prof Reddy, kombinasi faktor-faktor ini baik yang lebih mematikan, menular, atau menghindari kekebalan, bisa menjadi masalah dalam waktu dekat.

"Ini adalah fase pandemi berikutnya ketika Beta atau Gamma menjadi lebih menular atau Delta mengembangkan mutasi pelarian. Itu akan menjadi masalah besar untuk tahun mendatang," jelasnya.

Varian COVID-19 terus diperkirakan muncul di masa depan, karena itu termasuk bagian alami dari evolusi virus. Meski begitu, tetap tidak bisa diprediksi secara signifikan.

(sao/up)