ADVERTISEMENT

Selasa, 24 Agu 2021 20:00 WIB

Ditolak Vaksin COVID-19 Dosis 2 karena Dosis 1 Beda Tempat, Kok Bisa?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Vaksin door to door gencar dilakukan sebagai langkah percepatan vaksinasi. Jelang HUT RI, aktivitas ini kental dengan nuansa kemerdekaan. Ilustrasi (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Melakukan vaksinasi COVID-19 dosis-2 di tempat yang berbeda dengan dosis ke-1 ternyata tak semudah yang dibayangkan. Banyak yang mengaku ditolak di lokasi vaksin ke-2 dengan berbagai alasan.

Salah satunya dialami Rinrin, warga Subang, Jawa Barat. Kedua anaknya yang berusia 12 dan 15 tahun ditolak Puskesmas untuk menerima dosis 2 lantaran tak bisa menunjukkan SMS yang seharusnya mereka terima setelah vaksinasi dosis 1.

Saat menjalani vaksinasi dosis 1 di acara gebyar vaksinasi oleh Polres Subang, tepatnya di Alun-alun Sagalaherang pada 23 Juli 2021, Rinrin berinisiatif merekam semua data yang ia masukkan. Setelah dicek di layanan PCare, nomor telepon yang ia masukkan pun sudah sesuai.

Namun hingga kini SMS berisi tautan sertifikat dan jadwal vaksinasi kedua tak kunjung masuk ke nomor ponsel masing-masing anaknya. Ia juga tidak mendapatkan informasi dari pihak penyelenggara vaksinasi COVID-19 Polres Subang terkait kapan dan di mana vaksin dosis 2 bisa diterima.

"Sampai hari ini tidak ada SMS sertifikat maupun jadwal vaksin kedua dari 1199. Juga tidak ada pemberitahuan dari penyelenggara vaksin pertama kapan dan di mana jadwal vaksin kedua," ujarnya pada detikcom, Senin (23/8/2021).

"Kebetulan waktu proses vaksin saya rekam semua, termasuk kertas skrining. Data yang dimasukkan sudah benar. Nama, NIK, dan nomor telepon sudah di-cross check ulang oleh teman lewat PCare, semua sama dengan yang saya isi di kertas skrining," lanjutnya.

Di PCare, vaksinasi dosis 2 anak-anak Rinrin dijadwalkan pada Jumat (20/8/2021). Rinrin bersama anak-anaknya mendatangi Puskesmas, Sabtu (21/8/2021). Namun lantaran tak bisa menunjukkan SMS, ia ditolak di meja registrasi.

"Semua persyaratan sudah saya bawa. KK, Kartu vaksin, sertifikat vaksin dan QR Code jadwal yang saya download langsung dari web PeduliLindungi. Bahkan saya buka juga web PeduliLindungi di depan petugas, saya perlihatkan lagi sertifikat dan jadwalnya, tetap ditolak. Katanya harus ada SMS," jelasnya.

Menurut juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, vaksinasi dosis 2 seharusnya bisa dilakukan di Puskesmas paling dekat tempat tinggal.

Sekalipun ada warga yang tak pernah mendapatkan SMS, seharusnya tidak menjadi masalah karena data dan jadwal vaksinasi penerima dosis 1 sudah tersimpan dalam PCare.

"Seharusnya tidak ada penolakan karena vaksinasi bisa dilakukan di mana saja ya. Bisa menghubungi call centre di 119 ext 9 ya, atau kalau ada situs pelaporan milik Pemda bisa juga dilakukan hal seperti ini," ujar dr Nadia.

Punya pengalaman ditolak vaksinasi COVID-19 dosis ke-2 gara-gara beda lokasi dengan dosis ke-1? Silakan kirim pengalaman Anda ke redaksi@detikhealth.com.



Simak Video "China Setujui Vaksin Covid-19 Hirup, Cocok Buat yang Takut Suntik"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT