Sabtu, 28 Agu 2021 05:33 WIB

Tak Selalu Ada Dampak Permanen, Stroke Juga Bisa Sembuh Total

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
ilustrasi stroke Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Stroke adalah salah satu penyakit yang banyak ditemukan di masyarakat Indonesia. Ketua Indonesian Stroke Society (ISS) dr Adin Nulkhasanah, SpS, MARS, menyebut jika stroke adalah penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Lalu, apakah penyakit stroke ini bisa disembuhkan?

dr Adin menjelaskan, stroke adalah penyakit yang disebabkan oleh sumbatan atau pendarahan. Penyebab utamanya adalah usia, genetik, ras, penyakit tertentu, dan gaya hidup yang tidak sehat.

"Faktor risiko yang bisa dicegah itu seperti kurang olahraga, kurang aktivitas, makan fast food, gaya hidup yang tidak sehat," ujar dr Adin.

Di Indonesia, stroke dianggap sebagai penyebab utama kematian, di mana sepertiga pasien stroke meninggal dunia dan sepertiga lainnya mengalami cacat permanen.

Di sisi lain, Mursyid Bustami dari ISS menyebut jika berdasarkan penelitian, dari 100 persen pasien stroke sepertiganya bisa sembuh total. Namun, penyakit stroke juga terkadang memberi dampak yang tidak terlihat secara langsung.

"Biasanya ada dampak yang tidak terlihat langsung, misalnya gangguan konsentrasi, sulit memutuskan masalah, atau cacat ringan," ujarnya.

Penyakit stroke dapat terjadi berulang. Jika seseorang mengalami stroke kedua, itu artinya faktor risiko stroke tidak tertangani dengan baik.

Maka itu, diperlukan penanganan cepat dan tepat bagi pasien stroke. Indonesian Stroke Society (ISS) bersama Angels Initiative meluncurkan aplikasi FAST Rescue yang dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan pertolongan pertama jika terjadi stroke secara tiba-tiba.



Simak Video "Ragam Mitos Soal Stroke"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)