Rabu, 01 Sep 2021 12:00 WIB

Di Indonesia, Cuma Satu Provinsi Ini yang Belum Terdampak Varian Delta

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Seorang warga dengan mengenakan masker berjalan di depan mural imbauan mengenakan masker dari lintas agama di kawasan Jakarta Timur. Varian Delta sudah menyebar ke sejumlah provinsi Corona di Indonesia. (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta -

COVID-19 Varian Delta sudah menyebar ke hampir seluruh provinsi di Indonesia. Hanya tersisa satu provinsi di Sulawesi yang tidak terdampak varian Delta.

Dikutip dari Healthline, studi terbaru menunjukkan orang yang terinfeksi varian Delta bisa menularkan virus 2 hari sebelum mengalami gejala COVID-19. Hal ini mendorong sejumlah negara kembali menghadapi gelombang baru Corona, termasuk Amerika Serikat.

Adalah studi baru di jurnal Nature yang menemukan penularan presimptomatik terjadi pada kasus varian Delta. Hampir tiga perempat infeksi Delta terjadi selama fase presimptomatik, menurut penelitian tersebut.

"Strain Delta lebih menular. Sebagian karena individu yang terinfeksi membawa dan menyebarkan lebih banyak virus daripada versi sebelumnya," kata Dr Stefen Ammon, direktur medis Gugus Tugas COVID-19 untuk DispatchHealth, sebuah layanan kesehatan.

"Sementara versi COVID-19 sebelumnya sama menularnya dengan flu biasa, varian Delta lebih menular daripada influenza musiman, polio, cacar, Ebola, dan flu burung, dan sama menularnya dengan cacar air," tambahnya.

Satu-satunya provinsi yang tidak terdampak varian Delta adalah Sulawesi Utara. Berikut sebaran varian Delta di seluruh provinsi yang totalnya mencapai 2.229 kasus dari hasil genome sequencing per 27 Agustus 2021 menurut data Balitbangkes Kemenkes RI.

Varian Corona Delta: 2.229

  • Aceh: 18 kasus
  • Sumatera Utara: 73 kasus
  • Sumatera Barat: 75 kasus
  • Bengkulu: 3 kasus
  • Sumatera Selatan: 9 kasus
  • Jambi: 1 kasus
  • Kepulauan Riau: 3 kasus
  • Kepulauan Bangka Belitung: 27 kasus
  • Riau: 30 kasus
  • Lampung: 3 kasus
  • Banten: 22 kasus
  • Jawa Barat: 322 kasus
  • DKI Jakarta: 751 kasus
  • DIY: 20 kasus
  • Jawa Timur: 20 kasus
  • Jawa Tengah: 191 kasus
  • Bali: 23 kasus
  • Nusa Tenggara Barat: 46 kasus
  • Nusa Tenggara Timur: 102 kasus
  • Kalimantan Tengah: 3 kasus
  • Kalimantan Barat: 28 kasus
  • Kalimantan Timur: 299 kasus
  • Kalimantan Utara: 16 kasus
  • Kalimantan Selatan: 17 kasus
  • Sulawesi Selatan: 14 kasus
  • Sulawesi Utara: 8 kasus
  • Sulawesi Tengah: 20 kasus
  • Sulawesi Tenggara: 20 kasus
  • Gorontalo: 1 kasus
  • Maluku: 10 kasus
  • Maluku Utara: 30 kasus
  • Papua: 12 kasus
  • Papua Barat: 12 kasus.

Varian Corona Alpha: 64 kasus

  • Sumatera Utara: 2 kasus
  • Riau: 1 kasus
  • Sumatera Selatan: 1 kasus
  • Lampung: 1 kasus
  • Kepulauan Riau: 7 kasus
  • DKI Jakarta: 37 kasus
  • Jawa Barat: 10 kasus
  • Jawa Timur: 2 kasus
  • Jawa Tengah: 1 kasus
  • Kalimantan Selatan: 1 kasus
  • Bali: 1 kasus

Varian Corona Beta: 17 kasus

  • Jawa Barat: 2 kasus
  • DKI Jakarta: 12 kasus
  • Jawa Timur: 2 kasus
  • Bali: 1 kasus


Simak Video "Kemenkes Sebut Varian Delta di Indonesia Didominasi AY.23"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)