Sabtu, 04 Sep 2021 10:16 WIB

China Pasok 1 Miliar Vaksin Corona untuk Dunia Tapi Kesulitan Suntik Warganya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Wuhan kini kembali diserang virus Corona melalui varian delta. Pemerintah terkait pun gerak cepat dengan menggelar tes PCR massal. Infeksi COVID-19 di China. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

China telah memberikan 1 miliar dosis vaksin COVID-19 untuk banyak negara di dunia, dan dapat memenuhi janji 2 miliar dosis untuk disalurkan segera. Namun dengan banyaknya pasokan ini pun, China masih mengalami kesulitan memvaksinasi rakyatnya.

Zheng Zhongwei, direktur Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Medis NHC, mengatakan pada hari Jumat bahwa kapasitas produksi vaksin China adalah sekitar 5 miliar dosis per tahun, yang dapat menjamin kebutuhan inokulasi domestik dan permintaan global.

Meski China telah menyalurkan 2,01 miliar dosis di dalam negeri dan menjadi negara tertinggi di dunia, mereka masih menghadapi tantangan dalam program vaksinasi.

Dalam satu kesempatan, Zhongwei mengatakan China akan terus menggencarkan program vaksinasi terlebih dengan adanya varian Delta yang sangat menular.

"Baru-baru ini, ketika (menggencarkan vaksinasi) sampai ke tahap selanjutnya, itu menjadi semakin sulit," kata Zheng di sebuah forum kesehatan dikutip dari Reuters, Sabtu (4/9/2021).

Dia mengatakan China telah memberikan dosis penuh kepada sekitar 900 juta orang, atau lebih dari 60 persen dari 1,4 miliar penduduknya. Hanya saja para ahli berpendapat butuh 80 persen populasi yang divaksin untuk membentuk herd immunity yang berarti China harus menyuntik 1,1 miliar warganya.

Pada akhir Oktober, negara tersebut diharapkan untuk menyelesaikan pemberian dua dosis kepada 1,1 miliar orang serta memberikan suntikan booster kepada kelompok terbatas seperti orang tua dan karyawan berisiko tinggi, menurut perkiraan Zheng.

Presiden Xi Jinping mengatakan bahwa China akan berusaha untuk menyediakan 2 miliar dosis vaksin COVID-19 ke negara lain pada akhir tahun 2021.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)