Senin, 06 Sep 2021 18:31 WIB

Studi CDC Ungkap Dampak Varian Delta Pada Anak-anak, Gimana Hasilnya?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
swab anak Foto: Shutterstock
Jakarta -

Keberadaan berbagai varian baru Corona yang menyebar ke banyak negara tentunya menambah kekhawatiran orang-orang terhadap virus ini. Salah satu varian yang sangat dikhawatirkan adalah varian Delta.

Varian Delta terbukti bisa lebih mudah menular dan menyebar dibandingkan varian Corona aslinya. Ini juga menjadi salah satu penyebab dari lonjakan kasus yang terjadi pada segala usia, termasuk anak-anak.

Namun, dua studi terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menunjukkan bahwa varian Delta ini tidak terlalu berpengaruh pada tingkat keparahan pasien anak. Studi ini juga menunjukkan tingkat rawat inap terjadi pada kelompok usia remaja yang belum divaksinasi.

"Yang jelas, dari data ini adalah cakupan vaksinasi tingkat komunitas mampu melindungi anak-anak," kata Direktur CDC Rochelle P Walensky yang dikutip dari AAP News Journal, Senin (6/9/2021).

Meningkatnya kasus COVID-19 di masyarakat juga mendorong peningkatan jumlah anak yang sakit, yang dirawat di UGD, dan dirawat di rumah sakit.

Studi Morbidity and Mortality Report yang dirilis CDC melihat dampak penyakit yang disebabkan varian Corona baru di usia 0-17 tahun. Mereka membandingkan data bulan Juli dan Agustus 2021, saat varian Delta mulai mendominasi.

Para peneliti pun mencari tanda-tanda apakah varian Delta ini memicu kondisi pasien anak menjadi lebih parah. Hasilnya, kedua studi ini menemukan bahwa tingkat keparahan sebelum dan sesudah varian Delta mendominasi tidak terlalu berpengaruh.

"Meskipun kami melihat lebih banyak kasus pada anak-anak dan lebih banyak kasus secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan keparahan COVID-19 pada anak-anak," jelas Walensky.

"Sebaliknya, lebih banyak anak memiliki COVID-19 karena ada lebih banyak penyakit di masyarakat," lanjutnya.

Kedua studi ini menunjukkan bahwa vaksinasi COVID-19 memiliki dampak yang signifikan terhadap pasien rawat inap. Untuk itu, Walensky terus mengingatkan agar segera mendapatkan vaksinasi dan terus menerapkan protokol kesehatan yang ada.



Simak Video "Seputar Varian 'Delta Plus' AY.4.2 yang Tengah Diinvestigasi Inggris"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)