Rabu, 08 Sep 2021 06:20 WIB

Round Up

Lagi-lagi Viral Booster Vaksin Berbayar, Ujung-ujungnya Minta Maaf

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Viral flyer vaksinasi booster berbayar di RS swasta. Flyer booster vaksin berbayar (Foto: Tangkapan layar viral)
Jakarta -

Flyer tentang booster vaksin COVID-19 berbayar sempat viral beberapa waktu lalu. Kejadian serupa muncul lagi, kali ini mengatasnamakan RS Mandaya Royal Puri.

Dalam sebuah flyer atau poster yang viral baru-baru ini, disebutkan RS Mandaya Royal Puri membuka layanan booster atau dosis ketiga vaksin COVID-19 dengan vaksin Sinopharm.

Jenis vaksin berbasis inactivated virus asal China ini memang sedianya akan dipakai untuk skema vaksinasi gotong royong atau vaksinasi mandiri yang berbayar.

Tarif booster vaksin yang tercantum dalam flyer tersebut adalah Rp 500 ribu. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi calon penerima booster vaksin antara lain sudah menerima vaksin dosis kedua minimal 3 bulan, dan telah sembuh dari COVID-19 minimal 3 bulan.

Belakangan, CEO RS Mandaya Royal Puri dr Essy Osman, MM menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf terkait beredarnya flyer tersebut. Diakui, informasi dalam flyer tersebut kurang sesuai dengan perturan pemerintah.

"E-flyer ini masih dalam proses pembicaraan internal kami dan belum kami sebarluaskan," tegas dr Essy dalam surat permohonan maafnya untuk PT Bio Farma.

"Melalui kesempatan ini kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidakgahuan kami dan kurang berkomunikasi dengan pihak Bio Farma," lanjutnya.

Flyer serupa juga pernah viral

Beberapa waktu yang lalu, flyer tentang booster vaksin COVID-19 berbayar juga sempat viral. Sebuah flyer yang mengatasnamakan SpeedLab Indonesia menyebut layanan booster vaksin dengan tarif Rp 500 ribu untuk walk in dan Rp 700 ribu untuk homecare.

Jenis vaksin yang digunakan juga Sinopharm. Dalam klarifikasinya, SpeedLab menyebut flyer tersebut dibuat ketika pemerintah masih menerapkan aturan vaksinasi gotong royong individu berbayar. Lantaran disetop, flyer tersebut tidak jadi dirilis.

Viral flyer vaksinasi booster berbayar. Pihak SpeedLab Indonesia memberikan klarifikasi.Viral flyer vaksinasi booster berbayar. Pihak SpeedLab Indonesia memberikan klarifikasi. Foto: VIral flyer vaksinasi booster berbayar

"Berdasarkan informasi yang kami terima tentang flyer vaksinasi digital dari SpeedLab Indonesia yang sempat beredar, kami memohon maaf atas hal tersebut. Flyer tersebut dibuat pada saat aturan tentang vaksinasi mandiri berbayar akan diterapkan oleh pemerintah," jelas Direktur Operasional SpeedLab dalam surat klarifikasi yang beredar.

"Namun, pada saat pemerintah membatalkan vaksinasi mandiri berbayar, kami juga telah membatalkan layanan tersebut. SpeedLab Indonesia tidak pernah merilis resmi flyer tersebut di media sosial ataupun di media-media lainnya," lanjutnya.



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)