Kamis, 09 Sep 2021 14:35 WIB

Disebut Fenomena Aneh, Ini Ragam Kemungkinan CT Value Bisa 1,8

Vidya Pinandhita - detikHealth
Menanti Harga Tes PCR Covid-19 Semakin Murah Ilustrasi tes PCR. (Foto: detik)
Jakarta -

Seorang pasien di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya disebut memiliki CT Value yang amat rendah, mencapai 1,8. Padahal umumnya, pasien COVID-19 dengan CT Value 25 ke bawah sudah diyakini memiliki banyak virus dalam tubuhnya. Jika sampai 1,8, artinya jumlah virusnya meledak?

Ahli patologi klinik Universitas Sebelas Maret dr Tonang Dwi Ardyanto, SpPK, PhD, FISQua menjelaskan CT Value adalah hasil pemeriksaan pada metode real time PCR pemeriksaan COVID-19. Angka ini menggambarkan estimasi jumlah virus yang terdapat dalam sampel pasien yang diperiksa.

Angka CT Value dan estimasi jumlah virus bersifat terbalik. Artinya semakin tinggi CT Value, estimasi jumlah virus semakin sedikit. Sebaliknya semakin rendah CT Value, estimasi jumlah virus semakin banyak. Namun dr Tonang menegaskan, angka CT Value bukan patokan untuk menentukan kondisi pasien COVID-19 meski 2 pasien memiliki hasil CT Value yang sama.

"CT Value itu ditentukan betul oleh reagen yang dipakai karena ini ditentukan oleh kekuatan cycle atau siklus yang diberikan oleh alat reagen masing-masing tersebut. Maka memang harus berhati-hati untuk membandingkan nilai CT antar orang karena ditentukan oleh alat reagen yang mana," terang dr Tonang saat dihubungi detikcom, Kamis (9/9/2021).

"Berarti kalau ternyata kita mendapatkan hasil CT Value yang sama maka kita pastikan dulu alat reagennya. Seandainya ternyata alat reagennya sudah sama, CT Valuenya 2 orang itu sama, maka tidak pasti bahwa kondisi tubuh kedua orang tersebut sama. Mengapa? Karena tentu respons setiap orang berbeda terhadap virus yang masuk," lanjutnya.

Kok bisa muncul kasus CT Value sampai 1,8?

Menurutnya, perlu dipastikan kembali alat reagen mana yang digunakan untuk memeriksa pasien asal Surabaya tersebut. Sebab, angka CT Value paling rendah dari real time PCR yang ditemukan sejauh ini adalah 3.

"1,8 ini sebetulnya saya agak ragu karena sepanjang saya tahu, alat reagen real time PCR istilahnya paling rendah memberikan angka CT Value itu setahu saya paling rendah 3. Itu sudah sangat-sangat jarang terjadi. Kalau sampai di bawah 3, rasanya kita perlu pastikan dulu ya ini menggunakan alat reagen yang mana," ujar dr Tonang.

Terkait dugaan varian Corona baru sebagai penyebab CT Value 1,8, dr Tonang menegaskan diperlukan genome sequencing untuk memastikan hal tersebut. Bukan tidak mungkin, namun tak selalu rendahnya CT Value disebabkan varian Corona tertentu.



Simak Video "Cara Membaca CT yang Benar untuk Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)