Jumat, 10 Sep 2021 09:09 WIB

Mengenal Beda Varian Mu dan Delta, Mana yang Lebih Ganas?

Ayunda Septiani - detikHealth
Virus Corona Varian Delta Melonjak di RI, Ini Fakta-faktanya Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Getty Images/loops7)
Jakarta -

Varian COVID-19 bermutasi dari waktu ke waktu. Setelah sempat heboh soal varian delta, kini muncul varian baru disebut dengan varian Mu atau B1621.

Varian Mu sendiri kini ditambahkan dalam daftar pantauan WHO sejak 30 Agustus 2021 lalu dan sudah dideteksi pada 39 negara yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Varian Mu B1621 disebut memiliki perbedaan dengan varian Delta yang mendominasi COVID-19 di Indonesia.

Perbedaan varian Mu dan varian Delta dijelaskan Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM, dr Gunadi, SpBA, PhD yang menilai varian ini bahkan tidak lebih ganas daripada varian Delta yang masuk kategori variant of concern (VoC).

Meskipun varian Mu ini belum terdeteksi di Indonesia, menurutnya perlu diantisipasi karena varian Mu diketahui dapat menyebabkan penurunan kadar antibodi baik karena infeksi ataupun vaksinasi.

"Hasil riset awal menunjukkan varian Mu menyebabkan penurunan kadar antibodi netralisasi baik karena infeksi alamiah maupun vaksinasi, serupa dengan varian Beta. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut," kata Gunadi, dikutip dari rilis resmi UGM.

Selain itu, Gunandi menyarankan agar pintu masuk Indonesia harus diperketat agar tidak menyebar luas seperti yang telah terjadi pada varian Delta. Namun, di sisi lain ia menekankan untuk pentingnya melakukan vaksinasi untuk mencegah gejala berat atau keparahan saat melawan sejumlah varian termasuk varian Mu.

"Kekebalan alami yang ditimbulkan oleh infeksi alamiah pasti ada, tapi seberapa besar bisa melindungi dari risiko terinfeksi varian lain diperlukan riset lebih lanjut," tegasnya menekankan untuk segera vaksinasi.



Simak Video "Hanya Mengingatkan! Hati-hati dengan Varian Mu"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)