Senin, 13 Sep 2021 11:52 WIB

Menkes: Vaksin Booster Tahun Depan, Bebas Pilih Merek, Tapi Tak Semua Gratis

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Vaksin booster tersedia tahun depan. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Pembicaraan mengenai vaksin booster atau dosis ketiga COVID-19 mulai ramai. Saat ini vaksin dosis ketiga hanya tersedia khusus bagi tenaga kesehatan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam pemaparannya mengatakan vaksin booster untuk masyarakat umum bisa tersedia di tahun depan. Namun tidak semua masyarakat akan mendapatkannya secara gratis.

"Rencananya tahun depan, negara hanya akan membayari yang anggota PBI (penerima bantuan iuran) dan akan mendapatkan satu kali booster. Kita juga akan menyuntikkan anak-anak yang masuk usia 12 tahun, dua kali (dosis). Itu yang akan dibayari oleh negara," kata Menkes dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Senin (13/9/2021).

Untuk masyarakat yang masuk kategori PBPU III (Pekerja Bukan Penerima Upah kelas III), vaksin boosternya akan dibebankan kepada Pemerintah Daerah setempat. Sementara sisanya sekitar 93,7 juta jiwa, masuk ke dalam skema mandiri yang akan membeli sendiri vaksin booster.

"Masyarakat bisa memilih jenis vaksinnya sama seperti beli obat di apotek. Ini akan kita buka pasarnya agar masyarakat bisa membeli booster," ujarnya.

Skema vaksinasi booster mandiri akan dibuka secara business to business dan berbayar. Untuk jenis vaksin yang tersedia akan disesuaikan dengan yang sudah mendapatkan emergency use authorization (EUA) baik dari WHO dan BPOM RI.



Simak Video "Warga AS Berbondong-bondong Dapatkan Vaksin Booster Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)