Jumat, 01 Okt 2021 13:34 WIB

Temuan Lengkap Peneliti Soal Cemaran Paracetamol di Air Laut DKI

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol dibuka pada hari ini dengan menerapkan perketat protokol kesehatan. Temuan cemaran paracetamol di air laut DKI. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Sebuah studi mengungkapkan air laut di wilayah DKI Jakarta terkontaminasi obat-obatan, termasuk paracetamol. Konsentrasi obat demam ini ditemukan tinggi di Angke dan Ancol.

Dalam penelitian yang dimuat dalam jurnal Science Direct pada Agustus 2021, para ahli menganalisis sampel air yang diambil dari empat lokasi di Jakarta dan satu di pantai utara Jawa Tengah.

Empat titik yang diambil sampelnya di DKI yakni Angke, Ancol, Tanjung Priok, dan Cilincing.

Hasilnya menunjukkan bahwa parameter melebihi batas Baku Mutu Air Laut Indonesia, dan beberapa logam juga ada. Menariknya, konsentrasi tinggi parasetamol terdeteksi di Angke (610 ng/L) dan Ancol (420 ng/L), keduanya ada di Teluk Jakarta.

"Ini adalah studi pertama yang melaporkan keberadaan paracetamol (acetaminophen) di perairan pesisir di sekitar Indonesia," ungkap peneliti.

Studi ini dikerjakan oleh para peneliti yang berasal dari banyak negara yakni School of Pharmacy and Biomolecular Sciences, University of Brighton, Lewes Road, Brighton, United Kingdom Centre for Aquatic Environments, University of Brighton, Lewes Road, Brighton, United Kingdom, dan Research Center for Oceanography, Indonesian Institute of Sciences (LIPI/BRIN).

Konsentrasi paracetamol tinggi yang terdeteksi, dibandingkan dengan tingkat lain yang dilaporkan dalam literatur ilmiah, meningkatkan kekhawatiran tentang risiko lingkungan yang terkait dengan paparan jangka panjang dan, terutama, dampak pada peternakan kerang di dekatnya.

Terlebih, studi yang dilakukan oleh Wulan Koagouw, Zainal Arifin, George WJ Olivier, dan Corina Ciocan ini menemukan parameternya melebihi batas yang telah ditetapkan. Mereka juga menemukan adanya cemaran logam.

"Mengingat pertimbangan obat-obatan sebagai kontaminan yang muncul, data ini menunjukkan penyelidikan lebih lanjut diperlukan," sambung mereka.



Simak Video "Mengulik Dampak Cemaran Paracetamol di Teluk Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)