Senin, 04 Okt 2021 11:44 WIB

Paracetamol Cemari Laut Jakarta

Lautnya Tercemar Paracetamol, Peneliti: Orang Jakarta Banyak Pusingnya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta -

Terkait temuan paracetamol yang tercemar di sejumlah titik teluk DKI Jakarta, peneliti menyebut belum ada kepastian soal penyebabnya. Sebab, penelitian ini belum sampai menelaah ke sumber pencemaran. Lantas, masih bisakah situasi ini diperbaiki?

Peneliti dari Oseanografi BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), dr Wulan Koagouw, menjelaskan cara mereduksi paracetamol di laut ini pada dasarnya bergantung pada faktor penyebab pencemaran. Misalnya jika disebabkan oleh pengolahan limbah yang tidak tepat, diperlukan pembaharuan teknologi penanganan limbah.

"Banyak faktor yang bisa menyebabkan pencemaran tersebut untuk reduksi masalah tersebut akan banyak sekali yang harus dilakukan karena balik lagi ke faktor-faktor tersebut. Kalau kita bicara untuk teknologi penanganan limbah misalnya. Kita perlu penanganan limbah yang baik supaya bisa mereduksi paracetamol," terangnya dalam konferensi pers virtual, Senin (4/10/2021).

Perlukah masyarakat mengurangi konsumsi paracetamol?

Namun jika penyebabnya adalah gaya hidup atau tingkat konsumsi paracetamol, cara reduksi paracetamol yang tercemar ini akan berbeda. Misalnya, dengan mengarahkan masyarakat soal cara membuang atau mengolah sisa obat paracetamol kedaluwarsa yang benar.

"Gaya hidup kalau kita, saya nggak mau komentar kalau kita harus mereduksi paracetamol. Kayaknya susah, apalagi orang Jakarta banyak pusingnya, sangat susah (mengurangi konsumsi paracetamol)," beber Wulan.

"Gaya hidup mengarah ke apa yang kita lakukan dengan obat-obatan yang expired. Mungkin nggak kepakai, rusak bentuknya, tergerus dan sebagainya, apakah kita punya sistem untuk hal tersebut? Memberikan informasi apakah masyarakat tahu bagaimana seharusnya yang kita lakukan," lanjutnya.

Bagaimana jika penyebabnya adalah limbah industri? Selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2