Senin, 04 Okt 2021 14:30 WIB

Sumber Paracetamol di Teluk Jakarta Masih Gelap, Siapa Saja 'Tersangkanya'?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Warga sekitar mengaku tak mencium adanya bau obat di sekitar laut Muara Angke. Justru warga hanya mencium adanya aroma limbah solar. Ilustrasi temuan paracetamol tercemar di teluk Jakarta. Foto: (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Terkait temuan paracetamol yang tercemar di sejumlah titik teluk Jakarta, peneliti menyebut riset yang berlangsung belum sampai menelaah sumber atau penyebab pencemaran. Akan tetapi peneliti meyakini, kemungkinan besar pencemaran berasal dari daratan. Bukan hanya dari Jakarta, melainkan juga wilayah sekitarnya seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

"Banyak sumber yang potensial yang masuk ke Muara Angke atau Ancol. Jadi karena ini di teluk Jakarta 'oh pemerintah (atau) pemda Jakarta' tapi nggak," terang salah satu peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Zainal Arifin, dalam konferensi pers virtual, Senin (4/10/2021).

"Kita harus tahu bahwa kita peneliti hampir setuju bahwa 60 sampai 80 persen pencemaran itu datang dari daratan (land based). Sumbernya dari daratan, itu kan bisa sampai Bogor, Bodetabek," sambungnya.

Zainal menambahkan, ada kemungkinan temuan kadar paracetamol yang tercemar di titik lain bakal berbeda dengan teluk Jakarta. Misalnya di wilayah-wilayah yang bukan perkotaan seperti kawasan pertanian, pencemaran paracetamol belum tentu ditemukan.

"Ini akan menarik sebenarnya. Bagaimana daerah perkotaan, dibandingkan daerah pertanian, akan berbeda," jelas Zainal.

Menurut Zainal, terdapat beberapa kemungkinan penyebab paracetamol tercemar. Mulai dari gaya hidup mencakup tingkat konsumsi paracetamol oleh masyarakat, pembuangan obat paracetamol kedaluwarsa, hingga pengolahan limbah industri.

Walhasil, terdapat banyak aspek di balik potensi penyebab pencemaran paracetamol tersebut.



Simak Video "Faktor dan Penanganan untuk Pencemaran Paracetamol Menurut Peneliti"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)