Kamis, 07 Okt 2021 14:11 WIB

Masih Menunggu MUI, BPOM Singgung Aspek Halal Vaksin Anhui Zifivax

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyetujui penggunaan darurat vaksin COVID-19 dengan merek Zifivax. Vaksin buatan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical asal China ini memiliki efikasi sebesar 81,7 persen.

Dalam konferensi pers Kamis (7/10/2021), Kepala BPOM Penny K Lukito menyinggung aspek kehalalan vaksin Zifivax . Menurutnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan meski kepastiannya masih harus menunggu keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Vaksin ini saya kira sudah memenuhi aspek kehalalan. Tapi, nanti MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang akan menyampaikan secara lengkap hasil analisanya," kata Penny dalam siaran pers Kamis (7/10/2021).

Vaksin COVID-19 Zifivax diberikan dalam tiga dosis. Penny mengatakan rentang waktu antara setiap dosisnya adalah satu bulan.

Dalam uji klinis, pemberian vaksin Zifivax juga menunjukkan adanya risiko efek samping. Namun, efek samping yang muncul cenderung bersifat ringan, seperti nyeri pada tempat suntikan, sakit kepala, kelelahan, dan demam.

Uji klinis fase III vaksin Zifivax dilakukan di sejumlah tempat, salah satunya di Indonesia, tepatnya di Bandung. Sekitar 4.000 partisipan dilibatkan dalam uji klinis tersebut.

"Aspek keamanan dan imunogenitas dan efikasi yang didapatkan dari hasil uji klinik ini adalah dari aspek keamanan. Efek samping tersebut merupakan hal yang biasa," jelas Penny.

(ryh/up)