Kamis, 07 Okt 2021 17:59 WIB

Vaksin Zifivax 77 Persen Efektif Lawan Varian Delta, Biang Ledakan COVID-19

Vidya Pinandhita - detikHealth
Covid-19: Uji klinis vaksin Anhui, apa bedanya dengan Sinovac? Ilustrasi vaksin COVID-19. Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru saja mengeluarkan Izin Penggunaan Darurat (EUA) untuk vaksin Zifivax buatan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical asal China. Disebutkan, vaksin ini memiliki efikasi terhadap sejumlah varian Corona termasuk varian Delta yang diketahui jadi pemicu lonjakan kasus COVID-19.

"Vaksin menunjukkan efikasi terhadap varian Sars-COV-2 terhadap varian Alpha 92,93 persen, terhadap varian Gamma 100 persen, Delta 77,47 persen, dan Kappa 90 persen," terang Kepala BPOM, Penny K Lukito, dalam konferensi pers virtual, Kamis (7/20/2021).

Di samping itu, vaksin ini disebutkan memiliki efikasi sebesar 81,7 persen terhitung dalam waktu 7 hari setelah pemberian dosis lengkap. Dosis lengkap vaksin Zifivax mencakup 3 dosis dengan interval satu bulan.

Diketahui, varian Delta adalah salah satu varian Corona yang digolongkan sebagai Variant of Concern (VoC) atau varian yang diwaspadai berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Epidemiolog meyakini, lonjakan kasus COVID-19 seperti yang pernah terjadi pada Juli 2021 di RI, selalu dilatarbelakangi Unusual Epidemic Event (UEE) yakni kemunculan varian Delta yang menular dengan amat cepat. Melambatnya penambahan kasus baru COVID-19 RI juga dipengaruhi menurunnya penyebaran varian Delta.

Per 2 Oktober 2021, Balitbangkes Kemenkes RI mencatat 3.160 kasus infeksi varian Delta. Kasus terbanyak ada di DKI Jakarta sejumlah 1.023.



Simak Video "Pentingnya Riset Vaksin untuk Produsen"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)