Minggu, 24 Okt 2021 19:20 WIB

2 Juta Penyintas COVID-19 RI Alami Long COVID, Ini Gejalanya

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet, Jakarta, meningkat. Kini Bed Occupancy Rate (BOR) di Wisma Atlet menyentuh angka 80% dari kapasitas normal. Ilustrasi pasien COVID-19. Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Berdasarkan data riset internal Covid Survivor Indonesia, sebanyak 70 persen penyintas COVID-19 mengalami long COVID. Apa saja keluhan yang banyak dilaporkan penyintas COVID-19 dan bagaimana penanganannya?

Laporan yang dihimpun dari Covid Survivor Indonesia juga menyebut dari kurang lebih 4 juta yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia, 2 juta lebih di antaranya mengalami long COVID.

Long COVID sendiri merupakan gejala COVID-19 yang terus berlangsung selama lebih dari 3 bulan setelah awal timbulnya gejala. Sejumlah jurnal mengatakan long COVID disebabkan oleh peradangan hebat akibat badai sitokin yang berlanjut.

Hal senada disampaikan dr Spesialis Paru yang berpraktik di RS Grha Kedoya, dr Handoko Gunawan, SpP-FCCP, dalam seminar Biotek Farmasi Indonesia, Sabtu (24/10/2021).

"COVID-nya sudah sembuh, tetapi gejalanya belum hilang itu namanya long COVID. Gejala-gejala yang tersisa setelah seseorang sembuh dari COVID," ujarnya.

Beberapa gejala yang paling sering dikeluhkan pada Long COVID, di antaranya sebagai berikut.

  • Rasa lelah berkepanjangan
  • Tidak enak badan setelah beraktifitas
  • Gangguan fungsi otak

Sementara menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) gejala lain yang ditemukan pada pasien dengan long COVID adalah batuk, nyeri pada dada dan perut, hilangnya indra penciuman dan perasa, serta jantung berdebar.

Di sisi lain, Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi, dr Darmadi Gunawan, SpKFR yang berpraktik di Rumah Sakit Royal Taruma, dalam pemaparannya menuturkan sejumlah keluhan lain yang juga banyak dilaporkan pasien dengan long COVID, yakni kelelahan berkepanjangan, nyeri pada otot dan sendi, mengalami gangguan tidur, batuk.

Lebih lanjut, ia menambahkan keluhan lain seperti sakit kepala, sesak napas, ansietas, ganguan konsentrasi mual, hidung tersumbat, anosmia, nyeri tenggorokan, depresi, demam, diare, dan muntah dilaporkan juga bisa dialami pasien long COVID.

Dalam mengatasi long COVID ini, dr Darmadi menyarankan sejumlah upaya yang dapat dilakukan, seperti makan teratur dengan gizi yang seimbang, kemudian mendapatkan asupan cairan yang cukup sekitar 2 liter perhari dan beraktifitas sesuai program yang diberikan dari fisioterapi.



Simak Video "Permintaan WHO ke Negara di Dunia untuk Tak Remehkan Long Covid"
[Gambas:Video 20detik]
(Salwa Aisyah Sheilanabilla/up)